x

Menembus Batas dari Natuna: Jejak Sandi Pamungkas di Panggung Nasional

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Jul 2025 17:59 0 128 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) |  Di sudut utara Nusantara, di antara pulau-pulau kecil yang terlontar di Laut Natuna Utara, seorang pemuda menyulam mimpi yang lebih luas dari cakrawala kampung halamannya. Namanya Sandi Pamungkas, putra daerah dari Natuna, Kepulauan Riau. Ia kini mengibarkan nama Universitas Pertamina (UPER) di ajang bergengsi Mahasiswa Berprestasi Nasional.

Sandi datang dari wilayah yang kerap disebut sebagai 3T: terdepan, terluar, dan tertinggal. Tapi dari titik pinggir itulah ia menyalakan pelita tekad.

“Saya tidak ingin Natuna hanya dikenal karena letaknya yang jauh. Saya ingin Natuna dikenal lewat prestasi anak-anak mudanya,” ujarnya tegas.

Berpijak di Tanah Pinggiran, Melangkah ke Pusat Perubahan

Berasal dari keluarga sederhana—ayah seorang prajurit TNI, ibu seorang ibu rumah tangga—Sandi belajar tentang ketekunan lewat perpindahan, pengorbanan, dan penghematan. Dunia teknologi memikatnya sejak sekolah menengah, ketika ia menyadari bahwa keterbatasan di kampung halamannya adalah ladang solusi.

“Saya ingin menciptakan teknologi yang berguna bagi orang banyak, bukan sekadar ikut tren,” ucapnya.

Dengan bekal nilai akademik gemilang dan rekam kegiatan luar kelas yang impresif, Sandi meraih Beasiswa Generasi Juara TNI AD. Tiket itu membawanya jauh ke Jakarta, menempuh studi di Program Studi Ekonomi UPER, dan membuka pintu untuk impian yang lebih luas.

“Beasiswa ini bukan akhir perjuangan, tapi awal dari komitmen saya untuk terus berkontribusi,” kata Sandi.

Moo Apps dan 500 Jejak Prestasi

Semasa kuliah, Sandi tak sekadar menekuni akademik. Ia aktif mengikuti berbagai lomba nasional dan internasional. Hasilnya? Lebih dari 500 penghargaan, termasuk 100 di tingkat internasional.

Salah satu inovasinya yang mencuri perhatian ialah Moo Apps—aplikasi pemantau kesehatan hewan ternak berbasis digital. Solusi ini kini digunakan di sejumlah daerah di Indonesia dan tengah dikembangkan bersama Kementerian Perekonomian Digital Taiwan.

“Moo Apps lahir dari keresahan saya melihat peternak kecil yang kerap merugi karena hewan sakit,” tutur Sandi.

“Safety-Eye”: AI untuk Menjaga Nyawa di Industri Migas

Tahun ini, Sandi mewakili UPER dan LLDIKTI Wilayah III di Seleksi Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025. Ia membawa gagasan sistem keselamatan kerja berbasis AI bernama Safety-Eye, yang dikembangkan untuk mengurangi kecelakaan kerja di sektor migas—sektor dengan angka kecelakaan 2,5 kali lebih tinggi dari sektor lain, menurut data Kementerian ESDM (2024).

Safety-Eye memanfaatkan kamera cerdas dan sensor untuk mendeteksi kelelahan pekerja, suhu tubuh, dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri secara otomatis.

Didukung Kampus, Diapresiasi Bangsa

Dosen pembimbingnya, Dr. Feriansyah, S.E., M.Si., menyebut Sandi sebagai mahasiswa yang tak hanya cerdas dan konsisten, tapi juga visioner.

“Sandi bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas. Ia melihat celah persoalan dan menjawabnya dengan teknologi. Saya bangga membimbingnya,” ujarnya.

Dukungan datang pula dari Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., IPU.

“Sandi adalah bukti bahwa mahasiswa dari daerah 3T pun bisa bersaing di tingkat nasional. Ia mencerminkan semangat UPER untuk melahirkan inovator muda yang berdampak.”

Dari Natuna untuk Indonesia

Kisah Sandi Pamungkas adalah narasi tentang ketekunan yang menembus batas geografis dan sosial. Ia hadir bukan hanya membawa nama baik almamater dan daerahnya, tetapi juga membawa harapan bahwa pendidikan, inovasi, dan keberanian bisa mengantar siapa pun ke panggung nasional—bahkan dari sudut terjauh republik ini.

Ingin jadi inovator muda berikutnya? Cari tahu lebih banyak tentang program beasiswa, inovasi mahasiswa, dan peluang karier masa depan di Universitas Pertamina melalui laman resmi: pmb.universitaspertamina.ac.id.[RED/UPER]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x