Pada tahap kedua pengadaan, sebanyak 700 unit Ransus Maung diserahkan kepada TNI dan Polri, dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) menerima kendaraan ini untuk mendukung berbagai operasi militer dan keamanan. Acara serah terima ini turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penyerahan kendaraan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan anggaran negara untuk memperkuat alutsista TNI dan Polri. “Kendaraan ini akan digunakan mulai dari tingkat pusat hingga ke desa-desa, termasuk oleh Babinsa dan Babinkamtibmas, sebagai bagian dari upaya mendukung operasional TNI dan Polri sebagai pengawal kedaulatan negara,” ujar Sjafrie.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam modernisasi kendaraan operasional TNI AD. “Maung MV3 dengan kemampuan off-road yang tinggi serta perlindungan balistik sangat cocok untuk mendukung berbagai operasi militer, seperti pengamanan wilayah, patroli perbatasan, dan misi khusus,” ungkapnya.

Maung MV3, yang merupakan produk unggulan industri pertahanan nasional, dirancang dan diproduksi sepenuhnya oleh PT Pindad. Kendaraan ini mencerminkan kemandirian Indonesia dalam pemenuhan alutsista, dengan tiga varian yang terdiri dari Spartan, Hard Top, dan Soft Top. Maung MV3 juga dilengkapi dengan senjata kaliber 7,67 mm serta teknologi komunikasi modern, yang menjadikannya sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan tugas TNI dan Polri.
Penyerahan Ransus Maung ini bertepatan dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret, sebuah hari bersejarah yang menandai penegakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen ini semakin memperkuat pesan bahwa pemenuhan alutsista untuk TNI dan Polri adalah bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan negara, dengan kekuatan yang bersumber dari rakyat dan untuk rakyat.

Sebagai simbol serah terima, Menhan juga menyerahkan miniatur Ransus Maung kepada Panglima TNI dan Kapolri, yang kemudian diteruskan kepada para Kepala Staf Angkatan. Penyerahan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah, industri pertahanan nasional, serta TNI dan Polri dalam memperkuat kemandirian alutsista serta ketahanan nasional Indonesia.
Tentang Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara dengan memperkuat kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI dan Polri. Melalui pengadaan dan pengembangan alutsista yang modern dan canggih, Kementerian Pertahanan berkomitmen untuk mendukung stabilitas pertahanan Indonesia.[Di2n bk/**]









Tidak ada komentar