x

Negara Siap Hadir, Menteri Nusron Pertegas: Eksekusi Tanah Tak Boleh Lupakan Aspek Kemanusiaan

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Feb 2025 18:04 0 146 Redaksi

DelikAsia.com, (Kabupaten Jakarta) |   Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengunjungi lokasi penggusuran di Desa Setia Mekar, Kabupaten Bekasi, untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak. Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat yang dihadapi.

Menteri Nusron menyampaikan rasa syukurnya bisa bertemu dengan sejumlah warga yang terdampak penggusuran, seperti Bu Asmawati, Ibu Mursiti, dan Pak Yaldi. Ia juga meninjau langsung lima rumah yang telah digusur di lokasi tersebut. “Tadi saya melihat langsung lokasi lima rumah dari ibu-ibu yang sudah digusur,” ujarnya, Jumat (07/02/2025).

Dalam dialog dengan warga setempat, Menteri Nusron menyampaikan simpati kepada mereka yang terkena dampak penggusuran. Ia menjelaskan, dalam proses peradilan terkait sengketa tanah, harus ada koordinasi antara semua pihak yang terlibat. Ke depan, Menteri Nusron berencana untuk berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Cikarang dan memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa, termasuk warga yang terdampak.

“Kami akan berusaha memperjuangkan penggantian rumah yang telah digusur, karena warga ini membeli tanah secara sah dan tidak terlibat dalam konflik yang ada,” tegasnya.

Menteri Nusron juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam proses eksekusi tanah. “Eksekusi harus dilakukan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, tidak dengan cara yang tidak berkemanusiaan. Harus ada pendekatan yang baik, dengan memberikan penggantian dan perlindungan,” tuturnya.

Peninjauan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN, termasuk Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi.[Safar/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x