x

KSOP Cirebon Gelar Sosialisasi Penanggulangan Pencemaran: Tingkatkan Pengelolaan Limbah B3 dari Kapal

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Okt 2024 12:16 0 168 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Cirebon mengadakan Sosialisasi Penanggulangan Pencemaran dengan tema “Pengelolaan Limbah B3 dari Kapal di Pelabuhan Cirebon” pada Rabu (23/10).

Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman sehingga pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun B3 dari kapal di Pelabuhan Cirebon dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut disampaikan Kepala Sesi Keselatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Rudy Juanto saat membuka kegiatan tersebut.

Rudy menegaskan bahwa pengelolaan limbah yang keliru dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan dampak berbahaya lainnya. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah B3 dari kapal. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat mencegah risiko yang merugikan lingkungan dan masyarakat.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu forum diskusi dan tanya jawab untuk memberikan pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku, diantaranya yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 39 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun,” ucap Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya limbah B3, melalui penerapan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, sangat penting untuk melindungi lingkungan dari risiko yang mungkin ditimbulkan. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat memastikan bahwa aktivitas di pelabuhan berjalan aman dan ramah lingkungan.

“Limbah B3 merupakan salah satu tantangan serius dalam pelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Seluruh pihak harus berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang efektif dalam menghadapai persoalan limbah B3 dan menjaga lingkungan agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” jelas Rudy.

Rudy berharap kepada para stakeholder, operator kapal dan pelaku usaha yang beroperasi di wilayah kerja Pelabuhan Cirebon dapat bersama-sama, bahu membahu mengantisipasi dan mengurangi resiko terjadinya pencemaran lingkungan terutama dalam pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dari kapal agar tidak sampai merusak atau mencemarkan lingkungan hidup yang berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia khususnya di wilayah Perairan Pelabuhan Cirebon.

Sebagai informasi sosialisasi ini juga dilaksanakan sebagai implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini sebanyak ± 60 (enam puluh) orang yang terdiri dari Instansi Pemerintah/BUMN serta Penyedia dan Pengguna Jasa di wilayah kerja Pelabuhan Cirebon.[SAF/RED]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x