x

Harapan Tokoh Dayak untuk Posisi di Kabinet Prabowo-Gibran

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Okt 2024 10:54 0 292 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), bersama Dewan Adat Dayak se-Indonesia dan organisasi masyarakat Dayak di Kalimantan, menyuarakan harapan agar tokoh Dayak dilibatkan dalam kabinet presiden terpilih.

Ketua MADN, Mikael Pai, menekankan pentingnya representasi masyarakat Dayak dalam pemerintahan mengingat kontribusi besar mereka bagi negara. “Kami ingin suara masyarakat Dayak didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Keterlibatan ini bukan sekadar simbolis, tapi untuk memastikan aspirasi kami terwakili,” paparnya.

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), bersama Dewan Adat Dayak se-Indonesia dan organisasi masyarakat Dayak di Kalimantan, berharap keterlibatan tokoh Dayak dalam kabinet presiden terpilih. Ketua MADN, Mikael Pai, menyebut meskipun masyarakat Dayak merasa terpinggirkan selama bertahun-tahun, mereka tetap setia mendukung negara dan tidak pernah menantang kedaulatan Indonesia.

Ia juga menegaskan pentingnya peran masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan dan keadilan bagi seluruh elemen bangsa. “Keterwakilan kami diperlukan untuk memastikan keadilan bagi masyarakat Dayak,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/10/2024).

“Kami berharap pemerintah baru dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat Dayak dan tidak mengabaikan kontribusi yang telah kami berikan,” katanya.

Michael menjelaskan bahwa meskipun komunikasi telah dilakukan dengan tim dekat presiden terpilih, hingga saat ini belum ada respons konkret terkait keterlibatan tokoh Dayak dalam pemerintahan.

“Kami sudah bertemu dengan beberapa penasihat dan anggota tim, tetapi belum ada jawaban pasti mengenai apakah ada kesempatan bagi kami untuk berkontribusi di kabinet,” ujarnya.

Majelis Adat Dayak juga mengungkapkan kebanggaan terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah sebelumnya, terutama oleh Presiden Jokowi yang mengakomodasi masyarakat Dayak dalam posisi wakil menteri.

“Kami berharap pemerintahan baru ini dapat meneruskan tradisi baik tersebut, agar masyarakat Dayak merasa dihargai dan diakui,” imbuhnya.

Selain itu, MADN mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan, dengan harapan agar proyek ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Mikael menekankan bahwa masyarakat Dayak siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan keberhasilan pembangunan tersebut.

“Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang baik, semua permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Mikael juga menyampaikan rasa duka atas minimnya keterwakilan masyarakat Dayak dalam pemerintahan saat ini.

“Kami melihat negara tetangga seperti Malaysia, di mana beberapa tokoh Dayak menduduki posisi menteri. Sementara di Indonesia, kami masih menunggu adanya kehadiran tokoh Dayak di kabinet,” ungkapnya.

Ia menginginkan agar pemerintah pusat memperhatikan potensi dan pengalaman yang dimiliki oleh putra-putri Dayak, yang telah banyak berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik.

Mikael mengakhiri pernyataannya dengan harapan besar agar presiden terpilih merespons aspirasi masyarakat Dayak dengan serius.

“Kami siap untuk mendukung pemerintah, tetapi kami juga berharap pemerintah dapat memberikan ruang bagi kami untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk bekerja sama demi kemajuan Indonesia,” tutupnya.

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan organisasi masyarakat Dayak di Kalimantan menyerukan keterwakilan tokoh Dayak dalam kabinet presiden terpilih. Ketua MADN, Mikael Pai, menegaskan pentingnya representasi masyarakat Dayak dalam pemerintahan, demi memastikan aspirasi mereka terwakili.

Sementara itu Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menyatakan bahwa pernyataan ini menjadi sinyal kuat atas komitmen masyarakat Dayak untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada mereka.

Syamsul Bahri, menambahkan bahwa dengan dukungan dan keterlibatan yang tepat, kehadiran tokoh Dayak dalam pemerintahan diharapkan menjadi langkah positif menuju masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh elemen bangsa.[Red/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x