
Foto Dok: ASDP DelikAsia.com, (Jakarta),–PT ASDP Indonesia Ferry (persero) segera melakukan koordinasi intensif dengan stakeholders mulai dari Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kemenko PMK, Kemenko Maritim dan Investasi, serta Pemda untuk mempersiapkan layanan Angkutan Lebaran 2023 yang tinggal dalam hitungan bulan.

“Selain itu, manajemen juga akan mengakselerasi perluasan kapasitas pelabuhan untuk peningkatan daya tampung kendaraan di pelabuhan, serta perluasan area masuk pelabuhan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (persero), Shelvy Arifin, pada Minggu (8/1/2023).

Berkaca pada layanan Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), ASDP telah sukses melayani sekitar 2,67 juta penumpang dan 654 ribu unit kendaraan periode Sabtu (17/12/2022) atau H-8 Natal hingga Rabu (4/1/2023) atau H+10 Tahun Baru di 10 lintasan terpantau nasional seluruh Indonesia.
Shelvy mengatakan, trafik penumpang dan kendaraan pada periode Angkutan Nataru tahun ini mengalami peningkatan 40 persen bila dibandingkan realiasi produksi yang sama tahun lalu sebanyak 1,89 juta orang penumpang.

Diikuti oleh total kendaraan sebanyak 654 unit kendaraan atau naik 22,6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 533 ribu unit.
Adapun jumlah roda dua sebanyak 159 ribu unit atau naik 42,12 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 112 ribu unit. Dan roda empat/lebih mencapai 495 ribu unit atau naik 17,44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 421 ribu unit.
Menurut Shelvy, meski tidak setinggi saat Angkutan Lebaran 2022, karakteristiknya tetap sama, peningkatan trafik Nataru terjadi menyusul kondisi penyebaran COVID-19 yang telah melandai.
Pada layanan Nataru tahun ini, terdapat 10 lintasan terpantau nasional diantaranya Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Hunimua-Waipirit, Tanjung Kelian-Tanjung Api-api, Bitung-Ternate, Bajoe-Kolaka, Kupang-Rote, dan Ajibata-Ambarita.
“Pada periode Nataru ini dan berbarengan dengan pencabutan status PPKM oleh Presiden Joko Widodo, masyarakat antusias kembali melakukan perjalanan liburan akhir tahun, yang juga berbarengan dengan masa libur anak sekolah,” ujar Shelvy.
Berdasarkan catatan ASDP, puncak arus mudik terjadi pada 23 Desember 2022 atau H-2 Natal dengan total penumpang sebanyak 164.711 orang atau naik 51 persen dibandingkan 2021 sebanyak 108.879 orang. Sedangkan total kendaraan sebanyak 40.160 unit atau naik 32 persen dibandingkan realisasi produksi tahun lalu sebanyak 30.511 unit.
Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 2 Januari 2023 atau H+8 Tahun Baru. Tercatat penumpang yang menyeberang sebanyak 145 ribu orang atau naik 18 persen dibandingkan 2021 sebanyak 123 ribu orang. Dan total kendaraan sebanyak 35.245 unit atau naik 8 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 32.594 unit
Shelvy mengungkapkan, tren penggunaan mobil pribadi masih menjadi andalan pengguna jasa di tengah endemi COVID-19. Khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Rata-rata pergerakan masyarakat di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali yang semakin mudah dengan mengakses tol Trans Jawa dan Trans Sumatera membuat pergerakan via darat semakin cepat.
Secara khusus di lintasan tersibuk Merak – Bakauheni penghubung Pulau Jawa dan Sumatera yang menjadi barometer penyeberangan di seluruh Tanah Air, ASDP mencatat penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera periode H-8 hingga H+10 sebanyak 717.566 orang, sebaliknya dari Sumatera ke Jawa tercatat 624.254 orang. Diikuti total kendaraan dari Jawa ke Sumatera sebanyak 159.131 unit dan sebaliknya dari Sumatera ke Jawa sebanyak 145.799 unit kendaraan.
Dalam kesempatan ini, ASDP turut mengapresiasi kerja sama yang solid antara regulator dan operator penyeberangan, serta seluruh pengguna jasa penyeberangan sehingga layanan penyeberangan pada Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 dapat berjalan lancar, aman, tertib, sehat dan selamat.
Shelvy mengungkapkan, dengan pembelian tiket via online Ferizy dan penerapan kuota pada muatan penyeberangan yang dilayani, ASDP memastikan trafik penumpang dan kendaraan dapat terdistribusi dengan baik sehingga mampu meminimalisir antrian di pelabuhan baik selama arus berangkat dan balik pada layanan Nataru ini.
Namun, ia menambahkan, sejumlah catatan pengalaman pada layanan Angkutan Nataru kemarin, yakni terjadinya kondisi cuaca ekstrem di beberapa lintasan penyeberangan yang dikelola ASDP.
“Demi keamanan pelayaran dan keselamatam seluruh pengguna jasa, ASDP sesuai dengan arahan dan perintah Otoritas Pelabuhan melakukan penutupan layanan pada periode waktu tertentu. Mulai dari lintas Merak-Bakauheni, Ketapang -Gilimanuk, Kupang, Labuan Bajo dan wilayah lainnya,” ujar Shelvy.
Selain cuaca ekstrem, yang menjadi prioritas ASDP terkait keselamatan dan keamanan pelayanan angkutan penyeberangan yakni terjadinya kecelakaan kendaraan pada saat pemuatan di atas kapal angkutan penyeberangan termasuk jatuhnya kendaraan Over Dimensions Over Loading (ODOL).
“Hal itu tentu menjadi perhatian dan komitmen bersama dari stakeholder penyeberangan. Seluruh pihak harus dapat berkoordinasi aktif, dan yang penting juga pemahaman SOP oleh operator kapal, sehingga dapat meminimalisir potensi atau mencegah insiden terjadi selama pelayanan berlangsung,” tutup Shelvy.[]







Tidak ada komentar