x

Kapolda Banten Pimpin Aksi Tanam 1000 Mangrove di Pesisir Cilegon, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Apr 2026 16:19 0 24 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Di tengah tekanan aktivitas industri yang kian tinggi, upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di Cilegon kembali ditegaskan melalui aksi nyata. Ratusan elemen masyarakat, aparat, dan pelaku industri turun langsung melakukan penanaman mangrove di wilayah Kecamatan Citangkil, Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan lingkungan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, didampingi Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga. Turut hadir Wakil Gubernur Banten Dimyati, unsur Polri, jajaran Forkopimcam Citangkil, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan di kawasan industri.

Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai kawasan industri. Penanaman tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi abrasi sekaligus upaya jangka panjang dalam memperbaiki kualitas lingkungan pesisir yang tertekan aktivitas industri.

Kapolda Banten menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar seremoni penanaman pohon, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif.

“Hari ini kita hadir bukan hanya menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran. Lingkungan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih menjadi tantangan serius, yakni kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Limbah plastik, menurutnya, menjadi ancaman utama karena mencemari aliran sungai hingga bermuara ke laut.

“Jangan buang sampah di sungai dan laut. Kelola dengan baik, baik organik maupun anorganik. Kalau lingkungan rusak, yang terdampak adalah kita sendiri,” kata Hengki.

Ia mengajak masyarakat menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, terutama di wilayah dengan tingkat aktivitas industri tinggi seperti Cilegon.

Menurutnya, dampak penghijauan akan signifikan jika dilakukan secara masif dan konsisten. “Kalau satu orang menanam 50 pohon dan dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar. Ini adalah investasi lingkungan untuk masa depan,” ujarnya.

Selain fokus pada penghijauan, Polda Banten juga mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk sektor produktif, seperti penanaman jagung. Langkah ini dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pakan industri yang terus meningkat di wilayah Provinsi Banten.

Kapolda turut mengingatkan para pelaku usaha, khususnya di sektor galian C, agar mematuhi regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan reklamasi sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.

“Bagi yang tidak memiliki izin akan kami tindak tegas. Sementara yang sudah memiliki izin wajib menjalankan kewajiban reboisasi untuk mencegah erosi, banjir, dan longsor,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak industri. Perwakilan perusahaan, Muhammad Ferry Mugdiana, menyampaikan bahwa pihaknya telah lama berkomitmen dalam kegiatan penghijauan, khususnya penanaman mangrove di kawasan pesisir.

“Sejak 1996 kami sudah melakukan penanaman mangrove. Ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial warga di sekitar kawasan industri.

Melalui kolaborasi lintas sektor pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan upaya pelestarian ekosistem pesisir dapat berjalan lebih solid. Sinergi ini dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di kawasan industri seperti Cilegon.(*/FBY)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x