x

Rawan Copet Saat Ziarah, Peziarah Kehilangan 2 HP di Banten Lama

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Feb 2026 21:00 0 96 Redaksi

Serang, (Delik Asia) | Kawasan penziarahan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kembali disorot menyusul maraknya aksi pencopetan. Salah satu peziarah, Lukman Hapidin, warga Kecamatan Walantaka, mengaku kehilangan dua unit telepon genggam saat berziarah, Minggu (15/2/2026).

Peristiwa itu terjadi usai Lukman berziarah di makam Sultan Maulana Hasanuddin. Ia mengatakan dua ponsel yang disimpan di bagian depan tasnya raib ketika berjalan menuju lokasi ziarah berikutnya sekitar pukul 08.30 WIB.
“Dua HP hilang padahal sudah ditaruh di depan tas. Sekitar jam 08.30,” ujarnya.

Lukman menuturkan, kejadian berlangsung cepat, tidak sampai dua menit, di tengah kondisi kawasan yang ramai peziarah. Setelah memastikan barangnya masih ada di lokasi pertama, ia baru menyadari tasnya telah terbuka saat tiba di titik berikutnya.
“Setelah ziarah di lokasi satu saya lihat masih ada. Baru jalan ke lokasi lainnya tas sudah kebuka, pas saya lihat sudah nggak ada,” katanya.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Kota Cilegon itu menyesalkan masih maraknya aksi kejahatan di kawasan yang menjadi salah satu ikon religi Provinsi Banten. Ia menilai pengelola dan petugas keamanan belum optimal menjamin keselamatan pengunjung.

“Saya menyesalkan masih banyak copet berkeliaran di tempat ziarah Banten. Saya juga kecewa terhadap pihak keamanan dan petugas yang berjaga karena tidak bisa menjamin keamanan bagi para penziarah,” ujarnya.

Ia mendesak pengelola kawasan Banten Lama bersama aparat kepolisian untuk meningkatkan pengawasan dan menertibkan pelaku pencopetan. “Jangan sampai ada korban lagi ke depannya. Pihak keamanan dan kepolisian harus menertibkan dan mengusut tuntas yang merugikan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas keamanan setempat, Tomi, mengakui praktik pencopetan masih kerap terjadi di kawasan penziarahan. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kamera pengawas saat kondisi memungkinkan.
“Kalau ada petugas yang nemu nanti dikabari. Nanti kami cek CCTV saat kondisi sepi,” ujarnya singkat.(*/Red-Fbi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x