
Foto Istimewa: Kepala Dindik Kota Cilegon Heny Anita Susila Cilegon, (Delik Asia) | Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon mematok penguatan infrastruktur dan digitalisasi sekolah sebagai program prioritas pendidikan pada 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Cilegon Robinsar agar kegiatan seremonial dikurangi dan anggaran diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dindik Kota Cilegon Heny Anita Susila menegaskan, pada 2026 pihaknya akan fokus pada program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sekolah, terutama penyediaan sarana teknologi pendidikan.
“Sesuai arahan Wali Kota, kami mengurangi kegiatan seremonial dan memaksimalkan program yang langsung menyentuh kebutuhan sekolah. Fokus kami adalah penguatan infrastruktur pendidikan melalui perangkat pembelajaran digital,” ujar Heny.
Ia menjelaskan, program tersebut meliputi pengadaan perangkat digital pembelajaran, peningkatan jaringan internet di sekolah, hingga perbaikan sarana penunjang ruang kelas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong penerapan metode pembelajaran modern berbasis teknologi.

Menurut Heny, perkembangan dunia pendidikan menuntut sekolah untuk cepat beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital. Karena itu, ketersediaan infrastruktur teknologi menjadi kebutuhan dasar bagi guru dan siswa.
“Pembelajaran saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Tanpa dukungan perangkat yang memadai, proses belajar tidak akan berjalan optimal,” katanya.
Program digitalisasi sekolah ini akan dilaksanakan bersama seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Kota Cilegon. Setiap sekolah akan dilibatkan dalam penyusunan daftar kebutuhan agar pengadaan sarana dilakukan tepat sasaran.
“Semua sekolah menjadi target program, baik di pusat kota maupun di kecamatan. Prioritas diberikan kepada sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana teknologi,” tambah Heny.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan program nasional digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan penguatan sarana teknologi pembelajaran secara bertahap di seluruh Indonesia mulai 2026.
“Dengan kebijakan ini, kami optimistis kualitas pendidikan di Kota Cilegon akan meningkat dan sekolah lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Heny.(*/Feby)

Tidak ada komentar