x

Tito Karnavian Pastikan Layanan Kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Beroperasi 100 Persen

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Jan 2026 09:04 0 23 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera telah pulih dan kembali beroperasi 100 persen. Ketiga provinsi tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota, serta unsur nonpemerintah yang terlibat dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Tito.

Berdasarkan data Satgas, dari 87 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terdampak bencana, sebelumnya terdapat 9 RSUD yang sempat berhenti beroperasi, terdiri atas 8 RSUD di Aceh dan 1 RSUD di Sumatera Utara. Saat ini, seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi secara normal.

Sementara itu, dari total 867 puskesmas terdampak, sebelumnya 152 puskesmas tidak beroperasi. Kini, sebanyak 865 puskesmas telah beroperasi normal, sedangkan 2 puskesmas masih menjalankan layanan di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.

Selain sektor kesehatan, Tito menyampaikan bahwa sektor pendidikan di ketiga provinsi terdampak juga telah pulih sepenuhnya. Sebanyak 100 persen kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan, meskipun sekitar 3 persen masih dilaksanakan di ruang kelas darurat.

Pada sektor infrastruktur dasar, pemulihan layanan kelistrikan menunjukkan kemajuan signifikan. Di Provinsi Aceh, kurang dari 1 persen wilayah masih dalam proses pemulihan. Sementara itu, listrik di Sumatera Utara telah pulih hingga 99 persen, dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ketiga provinsi juga telah kembali beroperasi.

Tito menambahkan, layanan internet, pasokan BBM, dan LPG di wilayah terdampak saat ini relatif stabil. Menurutnya, menjaga konsistensi pasokan energi dan logistik menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Dari sisi ekonomi, seluruh pasar di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beroperasi kembali 100 persen. Sementara di Provinsi Aceh, sekitar 65 persen pasar telah beroperasi, dan sisanya masih dalam proses pemulihan bertahap.

Tito juga memastikan bahwa roda pemerintahan di seluruh wilayah terdampak telah berjalan normal, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota telah kembali menjalankan fungsi pelayanan publik secara penuh.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan penanganan lanjutan, antara lain jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang belum sepenuhnya pulih, jembatan sementara, serta kebutuhan normalisasi sungai di beberapa daerah terdampak.

Untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan di tingkat pusat dan daerah.

“Ada posko pemantauan di Kemendagri sebagai pusat komando, serta posko di Aceh. Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga dibentuk posko di tingkat provinsi,” jelas Tito.

Seluruh langkah tersebut dilakukan secara terpadu agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat terdampak.(*/Feby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x