x

Percepat Pembangunan Kota, Robinsar Evaluasi Anggaran dan Kinerja Seluruh OPD

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 23:02 0 25 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Wali Kota Cilegon, Robinsar, menekankan pentingnya kesiapan matang seluruh perangkat daerah dalam menyusun program prioritas pembangunan Kota Cilegon tahun mendatang, terutama pada aspek perencanaan dan penyelesaian dokumen teknis. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Dinas Pemerintah Kota Cilegon di Aula Setda II Cilegon, Kamis (7/5/2026).

Dalam arahannya, Robinsar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penyelesaian dokumen perencanaan agar pelaksanaan program pembangunan dapat dimulai sejak awal tahun anggaran tanpa hambatan administratif. Ia menilai, seluruh tahapan mulai dari perhitungan teknis hingga perencanaan detail harus dituntaskan pada tahun berjalan.

“Program prioritas yang akan dilaksanakan tahun depan harus sudah selesai proses perencanaannya tahun ini. Jadi ketika memasuki tahun anggaran baru, pelaksanaan kegiatan bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Menurut Robinsar, keterlambatan penyusunan dokumen kerap berdampak pada molornya pekerjaan di lapangan dan membuat pelaksanaan program menjadi kurang optimal. Ia mencontohkan rencana pembangunan fasilitas oleh Dinas Perhubungan yang seharusnya telah memiliki kesiapan teknis sejak jauh hari.

“Jangan sampai awal tahun masih sibuk mengurus perencanaan, sementara pembangunan sudah harus berjalan. Kalau semua dokumen selesai lebih awal, maka tahun depan tinggal tahap pelaksanaan,” katanya.

Selain membahas percepatan pembangunan, rapat tersebut juga diisi dengan evaluasi realisasi belanja dan pendapatan daerah pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Kota Cilegon, kata Robinsar, terus memantau berbagai kendala yang dihadapi OPD guna memastikan penyerapan anggaran dan capaian pendapatan daerah berjalan maksimal.

“Kita lakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui hambatan di setiap OPD, sehingga bisa segera dicarikan solusi agar realisasi anggaran maupun pendapatan daerah lebih optimal,” jelasnya.

Menanggapi masih rendahnya persentase serapan anggaran di sejumlah OPD, Robinsar meminta seluruh pihak memahami kondisi tersebut secara objektif. Ia menjelaskan bahwa perangkat daerah dengan pagu anggaran besar memiliki pola penyerapan yang berbeda dibanding OPD dengan anggaran lebih kecil.

“Persentase serapan harus dilihat bersama besaran nilai anggarannya. OPD dengan anggaran besar memang sering terlihat rendah secara persentase, padahal nominal yang terserap sebenarnya cukup besar,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa anggaran Dindikbud tahun 2026 tercatat sebesar Rp491,6 miliar, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp526,5 miliar.

Meski demikian, ia mengungkapkan realisasi anggaran Dindikbud tahun 2025 berhasil mencapai 97,64 persen atau sekitar Rp514 miliar.

“Alhamdulillah realisasi anggaran tahun lalu cukup optimal dan mencapai lebih dari 97 persen,” ujarnya.

Heni menambahkan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan proses lelang pembangunan ruang kelas baru di empat sekolah, yakni SD Gerem 1, SD Bujang Gadung, SMP Negeri 12, dan SMP Negeri 14. Selain itu, Dindikbud juga menjalankan sejumlah program revitalisasi sekolah, pengadaan mebel dan perangkat teknologi informasi, serta agenda kebudayaan seperti Golok Day yang telah masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara.(*/FBY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x