x

Andra Soni Resmikan Stasiun Jatake, Dorong Pertumbuhan Wilayah Berbasis TOD

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Jan 2026 07:50 0 18 Redaksi

Tangerang, (Delik Asia) | Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan jalur kereta api menjadi pemicu lahirnya kawasan pertumbuhan baru di Provinsi Banten. Kehadiran Stasiun Jatake dinilai mampu mempermudah akses, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing kawasan Tangerang sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat peresmian Stasiun Jatake bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2026). Menurutnya, stasiun baru ini akan memperkuat konektivitas regional serta meningkatkan kualitas layanan transportasi massal di Banten.

“Lebih dari satu dekade lalu, di Banten dibuka jalur ganda berbasis listrik. Sejak itu, Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi terus bergerak naik,” ujar Andra Soni.

Ia menegaskan, keberadaan jalur kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi penanda tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Infrastruktur perkeretaapian dinilai mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadirkan simpul konektivitas yang aman dan nyaman.

“Hari ini satu stasiun kembali diresmikan, yaitu Stasiun Jatake. Sebelumnya kita memiliki Stasiun Jurang Mangu dan stasiun lainnya. Semua itu kini berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Andra Soni berharap pengembangan sistem transportasi massal berbasis kereta api di Banten dapat terus diperluas. Menurutnya, perluasan jaringan akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Ia juga mendorong reaktivasi jalur kereta api lama di Banten, seperti lintas Rangkasbitung–Pandeglang–Saketi–Labuan. Langkah tersebut dinilai strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah utara Banten.

“Kami mohon dukungan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, PT KAI, serta pihak swasta, salah satunya Sinar Mas Land, untuk menghidupkan kembali jalur tersebut,” tuturnya.

Reaktivasi dan pengembangan jalur kereta api juga diyakini akan mempermudah akses menuju kawasan wisata unggulan Banten. Destinasi seperti Tanjung Lesung dan Carita diharapkan dapat dijangkau dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau melalui moda kereta api.

Andra menegaskan, reaktivasi jalur tersebut sangat dinantikan masyarakat. Pemerintah Provinsi Banten pun menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam proses pengembangannya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pembangunan Stasiun Jatake terwujud tanpa menggunakan dana APBN. Proyek ini direalisasikan melalui skema kolaborasi yang saling menguatkan antara pemerintah dan pihak swasta.

“Stasiun Jatake menjadi siklus baru dalam jaringan perkeretaapian perkotaan dan regional,” ujarnya.

Stasiun Jatake memiliki luas bangunan sekitar 3.000 meter persegi dengan peron yang memadai serta kapasitas pelayanan hingga 2.014 penumpang per hari. Stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat, khususnya di kawasan BSD City dan sekitarnya.

“Beroperasinya Stasiun Jatake menambah pilihan transportasi bagi masyarakat, meningkatkan kenyamanan, serta kualitas layanan. Inilah esensi transportasi publik: terjangkau, teratur, dan memudahkan kehidupan sehari-hari,” kata Menhub.

Menhub menambahkan, peresmian Stasiun Jatake mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pemerintah berkomitmen menjadikan perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas nasional serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.(*/FBi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x