x

May Day 2026 Kota Cilegon Berlangsung Kondusif, Pemkot Tegaskan Komitmen Sejahterakan Buruh

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 05:20 0 52 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 tingkat Kota Cilegon berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cilegon, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, perwakilan lembaga, serikat pekerja, serta para pelaku industri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cilegon untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus menjaga iklim investasi yang kondusif.

“Kami siap bekerja sama, mengakomodir kebutuhan buruh, serta membuka ruang komunikasi dengan dunia industri agar semuanya berjalan dengan baik. Insyaallah tahun depan peringatan Hari Buruh akan kita buat lebih meriah sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja,” ujarnya.

Robinsar menekankan bahwa buruh memiliki peran penting sebagai penggerak roda perekonomian. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, buruh, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Sementara itu, disampaikan bahwa peringatan May Day 2026 mengusung tema “Ketenagakerjaan Tangguh di Tengah Krisis Global”. Tema ini menjadi refleksi atas pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tahun ini meliputi berbagai kegiatan sosial dan edukatif, di antaranya lomba memancing yang digelar pada 2 Mei 2026, khitanan massal yang diikuti oleh 166 peserta dari keluarga pekerja formal dan informal, donor darah dengan target 100 kantong darah, serta seminar ketenagakerjaan yang menghadirkan narasumber dari praktisi hubungan industrial tingkat nasional, kepolisian, dan unsur serikat pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Sri Widayati, menyampaikan bahwa pelaksanaan May Day tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai terjadi perubahan paradigma dalam peringatan Hari Buruh.

“Kegiatan tidak lagi didominasi oleh aksi massa di jalan raya, melainkan beralih kepada kegiatan yang lebih konstruktif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa eskalasi unjuk rasa mengalami penurunan signifikan, tanpa adanya blokade jalan maupun gangguan terhadap fasilitas umum. Pendekatan yang kini dikedepankan adalah musyawarah dan dialog melalui audiensi formal, forum diskusi, serta kegiatan sosial.

“Kondisi kondusif ini merupakan hasil dari komunikasi dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengusaha, dan buruh. Kami berharap kondisi ini terus dijaga dan diperkuat,” tambahnya.

Di sisi lain, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSKEP), Rudi Syahrudin, dalam orasinya mengimbau agar perusahaan lebih bijak dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, setiap persoalan ketenagakerjaan, termasuk potensi PHK, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai solusi terbaik.

“Permasalahan ketenagakerjaan harus diselesaikan dengan hati nurani, bukan dengan ego. Kami mendorong perusahaan untuk mengedepankan dialog dalam setiap pengambilan keputusan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh serikat pekerja untuk memperkuat persatuan dan solidaritas agar memiliki kekuatan dalam memperjuangkan hak-hak buruh serta menjaga hubungan industrial tetap harmonis di Kota Cilegon.

Dengan sinergi yang terus terjalin antara pemerintah, buruh, dan pelaku industri, Kota Cilegon diharapkan dapat terus berkembang sebagai kawasan industri yang harmonis, produktif, dan ramah investasi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja.(*/FBY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x