x

Angkutan Lebaran 2025, Menhub dan Menaker Fokus pada Kesiapan Transportasi

waktu baca 3 menit
Minggu, 26 Jan 2025 23:22 0 251 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) |   Sebagai bagian dari persiapan menyambut Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli pada Jumat (24/1) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan. Pertemuan ini difokuskan untuk merancang strategi lintas sektor yang dapat memastikan kelancaran, kenyamanan, dan efisiensi dalam penyelenggaraan angkutan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Menhub Dudy mengingatkan pentingnya memperhatikan dua momen besar yang akan berdampak signifikan pada transportasi, yaitu Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 29 Maret 2025 dan Hari Raya Idul Fitri pada 31 Maret hingga 1 April 2025. Menhub menilai bahwa libur panjang yang berdekatan ini akan memengaruhi tingkat kepadatan jalan dan permintaan layanan transportasi yang tinggi.

“Libur panjang pasti berdampak pada lonjakan pergerakan masyarakat. Waktu libur yang dimulai dan berakhir juga akan mempengaruhi kepadatan serta puncak arus mudik dan balik,” ujar Dudy.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah waktu pembayaran tunjangan hari raya (THR). Menhub berharap agar pembayaran THR dilakukan lebih awal, yang akan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk merencanakan waktu mudik dengan lebih baik, sehingga dapat mengurangi risiko kepadatan yang berlebihan di berbagai titik transportasi.

Menhub juga memaparkan berbagai strategi yang telah disusun Kemenhub untuk memastikan kelancaran arus transportasi Lebaran 2025. Di antaranya adalah implementasi buffer zone di Pelabuhan Merak-Bakauheni untuk mengurangi kemacetan, optimalisasi terminal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung maskapai bertarif rendah guna menurunkan harga tiket pesawat, dan penyelenggaraan layanan kereta api langsung dengan mempertimbangkan kesiapan lokomotif dan masinis.

Kemenhub juga berencana untuk mengoptimalkan infrastruktur transportasi yang ada, bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan keselamatan, serta menyelenggarakan program Mudik Gratis dan digitalisasi tiket untuk memudahkan akses perjalanan.

Dudy berharap, dengan strategi-strategi ini, Angkutan Lebaran 2025 akan berjalan lebih baik dari Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, yang telah berhasil dilaksanakan dengan lancar. Masyarakat juga memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan angkutan Nataru, dengan survei dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 86%.

“Alhamdulillah, berkat kolaborasi yang baik pada angkutan Nataru, survei menunjukkan 86% masyarakat puas. Hal ini menjadi catatan penting karena pada Lebaran, jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan diperkirakan jauh lebih banyak,” tambah Dudy.

Hasil survei yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa Indeks Kepuasan Pengguna Transportasi mencapai 4,39 atau 88,28% dari skor maksimum, yang menempatkan layanan angkutan pada kategori sangat puas.

Selain Menhub Dudy dan Menaker Yassierli, pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer, Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi, Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Indah Anggoro Putri, serta sejumlah pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Perhubungan.[Di2n bk/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x