x

Sepuluh Tahun Terakhir, Angkutan Umum Perkotaan Indonesia Berkembang Pesat

waktu baca 4 menit
Rabu, 16 Okt 2024 05:02 0 232 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa angkutan umum perkotaan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan Menhub dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional “Arah Kebijakan Transportasi Nasional dalam Penguatan Angkutan Umum Perkotaan di Indonesia,” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (14/10). Menhub mengungkapkan bahwa perkembangan ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan kualitas transportasi di Indonesia.

“Perkembangan angkutan umum perkotaan mengalami perkembangan sangat pesat sepuluh tahun terakhir. Sejumlah ‘milestone’ atau tonggak telah menandai transformasi transportasi perkotaan dalam satu dasawarsa ini,” ujar Menhub.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan bahwa pembangunan transportasi perkotaan memiliki peran krusial dalam menggerakkan ekonomi dan menunjang mobilitas masyarakat. Dalam sepuluh tahun terakhir, pemerintah telah memfasilitasi akselerasi transformasi transportasi perkotaan di Indonesia. Tonggak pertama dari transformasi ini ditandai dengan pembangunan double track kereta api di Jawa bagian Selatan serta sebagian wilayah Jawa Barat, diikuti oleh pembangunan double double track untuk kawasan Jabodetabek. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transportasi dan memperlancar arus mobilitas di daerah perkotaan.

Pembangunan jalur kereta api di Indonesia telah mendorong pesatnya perkembangan angkutan perkeretaapian perkotaan. Saat ini, jumlah penumpang angkutan massal kereta rel listrik (KRL) mencapai 1,2 juta penumpang per hari. Angka ini menjadi tonggak awal transformasi angkutan perkotaan, menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi massal yang lebih efisien.

Tonggak kedua dalam transformasi transportasi Indonesia ditandai dengan pembangunan kereta api Makassar-Parepare, yang menjadi kereta pertama di kawasan timur Indonesia. Saat ini, kereta api ini telah beroperasi di lintas Maros-Garongkong dan merupakan bagian dari KA TransSulawesi yang akan menghubungkan Makassar dengan Manado. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kehadiran kereta ini tidak hanya mendukung angkutan penumpang, tetapi juga pengembangan angkutan logistik yang diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di Sulawesi.

Selain itu, pembangunan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta dan Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Jabodetabek juga menjadi tonggak ketiga. Menhub menekankan bahwa kehadiran MRT dan LRT merupakan langkah penting untuk mengatasi kemacetan di perkotaan.

Selanjutnya, transformasi berlanjut dengan hadirnya kereta api cepat Whoosh Jakarta-Bandung, yang menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Pembangunan kereta cepat ini tidak hanya akan mempercepat mobilitas, tetapi juga mendorong pembelajaran teknologi dan manajemen konstruksi yang lebih efisien di Indonesia. Menhub menegaskan, meski awalnya banyak penentangan, sekarang banyak yang mengapresiasi kehadiran kereta cepat sebagai bagian dari kemajuan teknologi yang dapat diterapkan di negara besar seperti Indonesia.

Transportasi Perkotaan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya elektrifikasi transportasi dan integrasi antar angkutan sebagai tonggak utama dalam mengembangkan keberlanjutan transportasi perkotaan. Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik melalui pembuatan regulasi dan pemberian subsidi untuk mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan ini.

“Wilayah perkotaan, khususnya Jabodetabek, saat ini telah terintegrasi dengan baik. Sistem transportasi yang ada, termasuk KRL, BRT, kereta bandara, MRT, dan LRT, telah terhubung secara fisik maupun digital,” kata Menhub. Ia berharap sistem transportasi Jabodetabek dapat menjadi proyek percontohan yang efisien, aman, nyaman, inklusif, dan ramah lingkungan.

Menhub juga mengajak akademisi untuk berkontribusi dalam transformasi transportasi ini melalui riset dan masukan yang konstruktif, guna membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih baik di masa depan.

“Kita butuh riset lebih lanjut dari teman-teman akademisi seperti di ITB ini. Contohnya, dalam pembuatan baterai untuk menunjang kendaraan listrik. Semoga dapat dipikirkan bagaimana kita membuat baterai yg murah, ringan, dan tahan lama. Inovasi-inovasi ini dibutuhkan untuk memberikan solusi. Sehingga pada akhirnya, apa yang kita lakukan memberikan kemajuan bagi transportasi Indonesia dan memberikan kebanggaan,” pungkas Menhub.

Turut hadir dalam acara ini Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Kepala Badan Kebijakan Transportasi Robby Kurniawan, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Prof. Edwan Kardena, Dewan Pakar Prabowo-Gibran Prof. Dr. Laode Kamaluddin, Ketua MTI Tory Damantoro, Guru Besar Transportasi UGM sekaligus Ketua Dewan Penasehat MTI Prof. Danang Parikesit, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Purwantono, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, dan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat A.Koswara.[SAF/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x