
Jakarta, (Delik Asia) | Kementerian Pekerjaan Umum tengah menyiapkan langkah penanganan permanen pada infrastruktur jalan nasional segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang di Provinsi Sumatera Utara, yang terdampak longsor akibat bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, longsoran pada segmen tersebut—tepatnya di wilayah Desa Simaninggir—terjadi di beberapa titik dengan kondisi material lereng yang masih bergerak. Situasi ini menyebabkan penanganan jalan darurat memerlukan waktu ekstra guna memastikan aspek keselamatan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas wilayah di tengah kondisi darurat bencana.
“Menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody.


Saat ini, segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang telah kembali terhubung, namun belum dapat dilalui kendaraan umum. Kementerian PU terus melakukan perbaikan jalan darurat guna meningkatkan faktor keamanan. Adapun akses dari Tarutung menuju Sibolga saat ini dapat ditempuh melalui Jalan Nasional Ruas Batas Kota Tarutung–Simpang Rampa–Poriaha–Sibolga.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara Hardy Siahaan mengatakan, penanganan jalan darurat di lokasi longsoran Desa Simaninggir masih terus dilakukan meskipun wilayah tersebut sudah tidak terisolasi.
Untuk penanganan permanen, Kementerian PU tengah melaksanakan survei detail dan perencanaan dengan sejumlah opsi, antara lain relokasi trase ke jalur yang lebih aman dari potensi longsor, atau mempertahankan sebagian trase eksisting melalui pemotongan dan penyesuaian kemiringan tebing, serta pembangunan jembatan guna meningkatkan aspek keselamatan.

“Kami terus memantau kondisi infrastruktur di wilayah terdampak bencana serta melakukan langkah-langkah cepat dan tepat guna menjaga konektivitas antarwilayah, khususnya akses dari dan menuju Sibolga,” ujar Hardy.
Seiring dengan persiapan penanganan permanen segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara juga terus menangani infrastruktur jalan dan jembatan terdampak bencana di wilayah tersebut.
Hingga 14 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, hampir seluruh titik terdampak di 12 kabupaten/kota telah tertangani, meliputi pembersihan dan perbaikan 263 titik longsoran tebing, penanganan sementara 65 titik jalan amblas, penanganan sementara 19 titik jalan putus, serta penanganan seluruh titik jembatan rusak dan genangan banjir yang kini telah surut.
Koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer telah kembali terhubung dan terus disempurnakan melalui perbaikan jalur detour demi keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, koridor Sibolga–Batangtoru kini telah fungsional berkat pemasangan dua Jembatan Bailey di Sungai Garoga guna memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Pada awal 2026, Kementerian PU akan melanjutkan survei dan perencanaan detail untuk penanganan permanen di sejumlah koridor utama terdampak bencana di Sumatera Utara, termasuk Tarutung–Sibolga, Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan, Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan, Batangtoru–Singkuang, serta Batas Aceh–Barus–Sibolga.(*/Safar)

Tidak ada komentar