
Dokumentasi: Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di Sumatera Utara dengan melakukan perjalanan darat dari Medan menuju Tapanuli Selatan, Minggu (8/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan nasional aman dan siap dilalui pemudik.(Sumber: Humas) Medan, (Delik Asia) | Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di Sumatera Utara dengan melakukan perjalanan darat dari Medan menuju Tapanuli Selatan, Minggu (8/3/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan jaringan jalan nasional menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa arus mudik Lebaran.
Dalam perjalanan tersebut, Menteri Dody juga meninjau langsung sejumlah ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor pada November 2025 lalu. Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU telah melakukan penanganan pada 39 titik longsor serta dua titik jembatan terdampak, guna menjaga kelancaran akses transportasi masyarakat.
Berbagai pekerjaan penanganan dilakukan, mulai dari stabilisasi lereng, perkuatan tebing, pelebaran badan jalan, perbaikan sistem drainase, hingga pembangunan kembali infrastruktur jembatan yang rusak. Sejumlah metode teknis juga diterapkan, seperti pemasangan borepile, shotcrete lereng, soil nailing, serta rekayasa ulang trase jalan pada lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi.

Menteri Dody memulai perjalanan dari Kota Medan sekitar pukul 09.00 WIB. Dari ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut, rombongan memasuki ruas Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat menuju arah Pematang Siantar, yang menjadi jalur strategis menuju kawasan Danau Toba dan wilayah Tapanuli.
Ruas tol ini merupakan bagian dari jaringan besar Tol Trans Sumatera dengan total panjang mencapai 136,8 kilometer. Pembangunannya dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh PT Hutama Marga Waskita. Proyek tersebut terbagi dalam enam seksi, dengan sebagian ruas telah beroperasi sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Setelah keluar dari tol di kawasan Pematang Siantar, rombongan melanjutkan perjalanan melalui jalan nasional menuju Parapat. Di ruas Pematang Siantar–Parapat, Menteri Dody sempat berhenti untuk meninjau penanganan titik longsor serta pekerjaan preservasi jalan guna memastikan kondisi jalan tetap aman dan fungsional menjelang arus mudik.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Tapanuli melalui koridor Tarutung–Sibolga, salah satu jalur penting penghubung wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah hingga Tapanuli Selatan.
Salah satu titik yang ditinjau berada di Desa Lobu Pini, Kecamatan Adian Koting, pada ruas Tarutung–Sibolga. Di lokasi tersebut, Kementerian PU tengah melakukan pekerjaan preservasi jalan sekaligus pembersihan material longsor akibat bencana pada November 2025 lalu.
Secara umum, Menteri Dody menyampaikan bahwa kondisi jalan nasional dari Medan menuju Sibolga telah siap menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.
“Ruas jalan nasional dari Medan menuju Sibolga sudah siap menghadapi arus mudik mulai H-7 Lebaran,” ujar Dody.
Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan, khususnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara menuju Sibolga yang berpotensi mengalami longsor susulan.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PU menempatkan sejumlah alat berat di titik-titik rawan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan.
“Jika terjadi longsor, pembersihan langsung dilakukan saat itu juga. Selain itu, kami menempatkan sejumlah alat berat untuk mempermudah proses pembersihan material,” kata Dody.
Pemerintah juga menyiapkan posko penanganan di beberapa titik strategis untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kendala di ruas jalan nasional. Saat ini akses Tarutung–Sibolga tetap terjaga melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha.
Sementara itu, segmen Sibolga–Tarutung melalui Batu Lobang yang sebelumnya mengalami longsor sepanjang sekitar 70 meter kini telah dapat dilalui kendaraan roda empat dengan pengaturan waktu melintas.
Secara keseluruhan, Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara melakukan penanganan sepanjang 131,19 kilometer ruas jalan nasional pada koridor perbatasan Provinsi Aceh hingga Kota Sibolga serta jalur Rampa–Poriaha–Mungkur.
Di sisi lain, koridor Sibolga–Batang Toru kini kembali fungsional setelah pemasangan dua unit jembatan Bailey di Sungai Garoga, guna memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.
“Kami juga mengimbau para pemudik agar mempersiapkan kendaraan dengan baik. Selain itu, kondisi fisik juga harus dijaga agar perjalanan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan,” kata Dody.(*/Safar)

Tidak ada komentar