x

Jenderal Agus Subiyanto: Lahan Tidur Harus Dioptimalkan demi Ketahanan Pangan Nasional

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 00:11 0 10 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Komitmen memperkuat kedaulatan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya Kedelai yang digelar di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Agus Subiyanto bersama Andi Amran Sulaiman serta Siti Hediati Soeharto sebagai simbol kuat sinergi negara dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Panen raya yang digelar oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut tersebut turut didampingi para kepala staf dari tiga matra TNI, menandai konsolidasi kekuatan nasional dalam mendukung agenda strategis swasembada pangan. Kehadiran lintas institusi itu memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak lagi dipandang semata sebagai isu pertanian, melainkan bagian integral dari pertahanan dan stabilitas negara.

Panen dilaksanakan di atas lahan seluas 100 hektare dari total kawasan budidaya kedelai di Kecamatan Wilangan yang mencapai 400 hektare. Dengan estimasi produktivitas berkisar 1,5 hingga 2 ton per hektare, program tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian komoditas kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Selain di wilayah Wilangan, pengembangan lahan pertanian juga terus diperluas ke sejumlah kawasan potensial lainnya, termasuk Kecamatan Rejoso seluas 1.270,9 hektare dan Kecamatan Bagor seluas 629,1 hektare yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan dirancang sebagai strategi pangan nasional yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menegaskan bahwa optimalisasi sektor pangan harus dilakukan melalui perluasan lahan produktif secara konsisten di berbagai wilayah potensial. Menurutnya, lahan-lahan tidur milik TNI maupun aset desa memiliki peluang besar untuk diintegrasikan ke dalam program penguatan ketahanan pangan nasional.

Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa swasembada kedelai tidak dapat diwujudkan secara instan, melainkan harus dibangun melalui tahapan yang sistematis, terukur, dan melibatkan partisipasi lintas sektor secara masif. Ia menilai ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga kekuatan dan kemandirian bangsa di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara TNI, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pemerintah daerah, akademisi, hingga para petani yang menjadi ujung tombak produksi pangan nasional. Sinergi tersebut dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam nasional berbasis kepentingan rakyat.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat dan petani di berbagai daerah. Pendampingan itu tidak hanya dimaknai sebagai dukungan teknis pertanian, tetapi juga bagian dari strategi besar menjaga stabilitas sosial, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan keberlanjutan kedaulatan bangsa Indonesia di masa depan.(*/DI2N BK/RED)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x