x

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T, Capai 75 Persen dari Target 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 21:45 0 9 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan realisasi investasi Indonesia secara year-to-date hingga akhir triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun.

Ia menyebutkan, angka tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu setara dengan 75,4 persen dari target realisasi investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Rosan mengatakan capaian tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas perekonomian di Istana Negara, Senin (19/10).

“Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 itu mencapai Rp528,7 triliun. Sehingga, total investasi dari Januari sampai September 2026 totalnya adalah Rp1.539,2 triliun,” terang Rosan.

Secara terperinci, ia menjelaskan bahwa Rp761,4 triliun, atau 49,5 persen dari total realisasi investasi, berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara itu, Rp777,8 triliun lainnya, atau 50,5 persen, berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia, yakni USD 14 miliar atau 29,6 persen dari total PMA sepanjang periode tersebut. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong dengan nilai investasi USD 12,8 miliar, Tiongkok sebesar USD 5 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 3,4 miliar, dan Jepang sebesar USD 2,6 miliar.

“Jika (nilai) Hong Kong dan Tiongkok digabung, maka (realisasi investasi) mereka akan lebih besar dari Singapura,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga memaparkan persebaran realisasi investasi berdasarkan wilayah.

Berdasarkan data BKPM, investasi di luar Jawa pada Januari hingga September 2026 mencapai Rp779,4 triliun, atau 50,6 persen dari total realisasi investasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp759,8 triliun, atau 49,4 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa realisasi investasi nasional tidak terpusat di Pulau Jawa. Wilayah lain, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku, juga menjadi tujuan penting penanaman modal, terutama bagi PMA di sektor industri dan pengolahan sumber daya alam.

“Untuk PMA, Jawa Barat menjadi tujuan pertama dengan nilai Rp139,2 triliun. Kemudian Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun karena adanya hilirisasi, Maluku Utara sebesar Rp91,9 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp89,1 triliun, dan Kalimantan Barat sebesar Rp42,7 triliun,” tuturnya.

Rosan mengatakan realisasi investasi tersebut juga berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkannya, investasi selama Januari hingga September 2026 telah menyerap hampir 2,2 juta tenaga kerja.

“Ini untuk Januari sampai dengan September 2026 sehingga total penyerapan tenaga kerja itu mencapai 2.194.496 orang,” terangnya.

Realisasi Investasi Hilirisasi Terus Meningkat

Lebih lanjut, Rosan mengatakan pertumbuhan realisasi investasi nasional juga diikuti peningkatan investasi di sektor hilirisasi.

Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut berkontribusi signifikan terhadap realisasi investasi nasional, yakni sebesar 31,2 persen.

“Yang paling tinggi memang masih mineral dengan nilai Rp335,1 triliun, di dalamnya ada nikel, bauksit, besi baja, tembaga, pasir silika, dan lainnya. Selain itu, terdapat hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun,” pungkas dia.(*/SAFAR)

 

Sumber: Bakom RI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x