
Jakarta, (Delik Asia) | Upaya memperkuat fondasi ekonomi dari lapisan terbawah terus didorong pemerintah melalui skema kolaboratif antarkoperasi. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan bahwa sinergi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan koperasi yang telah lebih dulu berkembang menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Farida saat melakukan kunjungan kerja sekaligus sosialisasi arah kebijakan strategis perkoperasian di BMT Al-Fath Ikmi, Tangerang Selatan, Senin (6/4).
Di hadapan para pengelola koperasi, ia menggambarkan pentingnya kehadiran koperasi mapan sebagai penopang sekaligus penggerak bagi koperasi di tingkat desa. Dalam skema yang tengah didorong, koperasi eksisting diproyeksikan menjadi “kakak asuh” yang tidak hanya membuka akses pembiayaan mikro, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan, transfer pengetahuan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan.
Menurut Farida, pengalaman panjang dan sistem yang telah teruji menjadi modal utama koperasi eksisting untuk mempercepat pertumbuhan Kopdes Merah Putih. “Sinergi ini bukan sekadar kerja sama, tetapi jembatan agar manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.


Di sisi lain, pemerintah juga tengah merancang skema pembiayaan yang lebih terjangkau melalui kajian bersama sejumlah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Langkah ini menjadi bagian dari uji coba (pilot project) pembiayaan mikro yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan permodalan masyarakat kecil.
Dalam simulasi yang dipaparkan, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) akan menyalurkan dana kepada koperasi eksisting dengan bunga rendah sekitar 2 persen. Dana tersebut kemudian diteruskan kepada Kopdes Merah Putih dengan margin tertentu, sehingga masyarakat desa dapat mengakses pembiayaan dengan bunga maksimal 6 persen.
Skema ini, kata Farida, masih terus dimatangkan agar benar-benar efektif dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya masukan dari pelaku koperasi di lapangan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan. “Kami ingin memastikan bunga yang terjangkau itu benar-benar sampai ke masyarakat. Peran praktisi koperasi menjadi sangat penting dalam proses ini,” tegasnya.
Melalui inisiatif Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah menargetkan terbangunnya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memutus ketergantungan masyarakat terhadap sumber pembiayaan informal yang kerap membebani.
Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi nasional—dimulai dari desa, tumbuh dari bawah, dan mengakar secara berkelanjutan.(*/RED/FBY)

Tidak ada komentar