
Keterangan Foto: Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga saat groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi di Lingkungan Gempol Wetan, Kota Cilegon, Banten, Jumat (5/6/2026). Cilegon, (Delik Asia) | Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan nasional kembali diwujudkan melalui langkah nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Polres Cilegon Polda Banten menggelar prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Lingkungan Gempol Wetan, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi representasi kuat sinergi antarlembaga yang melibatkan Polri, Pemerintah Kota Cilegon, sektor perbankan, serta elemen masyarakat dalam memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga didampingi Wakapolres Cilegon Kompol Ridzky Salatun. Turut hadir Asisten Daerah I Kota Cilegon Drs. Mahmudin, Asisten Daerah II Kota Cilegon Drs. Dana Sujaksani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon Tb. Dendi, Camat Purwakarta Drs. Suaidilah, Danramil Pulomerak Mayor Inf. Mujayin, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Cilegon Nasrudin, jajaran pejabat Polres Cilegon, Lurah Pabean Ahmad Buhari, perwakilan Bank BJB dan Bank Banten, serta tokoh masyarakat setempat, Ustaz Mustofa.

Groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi dipimpin Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga di Gempol Wetan, Kota Cilegon, Banten, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Gempol Wetan, Ustaz Mustofa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan jembatan yang selama bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas pertanian warga sekaligus akses menuju area pemakaman umum. Selama ini, kondisi jembatan yang roboh telah menimbulkan berbagai kendala bagi mobilitas masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi warga. Aspirasi mengenai kebutuhan jembatan ini telah berulang kali disampaikan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan, dan hari ini akhirnya dapat diwujudkan. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Cilegon dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran jembatan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi warga serta menjadi solusi atas hambatan akses yang selama ini dirasakan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk pengabdian institusi Polri kepada masyarakat melalui dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan semangat gotong royong yang terbangun antara Forkopimda, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pembangunan ini lahir dari semangat kebersamaan. Kami meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, institusi, dan masyarakat. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga program ini dapat direalisasikan,” ujar Kapolres.
AKBP Martua menjelaskan bahwa Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari program nasional yang diimplementasikan di sejumlah daerah, termasuk Kota Cilegon. Jembatan tersebut memiliki dimensi lebar dua meter dan panjang enam meter serta dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya kendaraan roda dua yang melintasi kawasan pertanian dan akses menuju pemakaman umum.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan penghargaan kepada Bank Banten dan Bank BJB yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam mendorong kemajuan daerah.
Prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan pada pukul 09.35 WIB dan menjadi simbol dimulainya pembangunan yang selama ini dinantikan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta ramah tamah dengan warga setempat dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai pada pukul 10.00 WIB.
Di akhir kegiatan, Kapolres Cilegon kembali mengingatkan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui kantor kepolisian terdekat atau layanan Call Center 110 Polres Cilegon yang siap memberikan pelayanan selama 24 jam.(*/FBY)

Tidak ada komentar