
Dokumentasi: Perkuat Sinergi Digital – Karopenmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko saat menyampaikan paparan dalam dialog publik di Hotel Grand Kemang, Selasa (7/4), terkait tantangan hukum di era kecerdasan artifisial.(Sumber: Div Humas Polri) Jakarta, (Delik Asia) | Upaya memperkuat kesiapan menghadapi dinamika teknologi digital terus digencarkan Divisi Humas Polri melalui dialog publik bertajuk penguatan internal Polri yang mengangkat isu tantangan hukum di era kecerdasan artifisial (AI). Kegiatan ini digelar di Hotel Grand Kemang, Selasa (7/4), dengan melibatkan berbagai elemen lintas sektor.

Karopenmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara kepolisian, kementerian, lembaga, akademisi, hingga masyarakat dalam merespons kompleksitas era digital.
“Dialog publik ini bersifat kolaboratif dan terintegrasi dengan berbagai kementerian serta lembaga, khususnya dalam menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang,” ujarnya.


Kegiatan tersebut dibuka oleh Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, serta menghadirkan beragam narasumber dari lintas bidang. Di antaranya perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Irma Handayani, unsur Bareskrim Polri Kombes Pol Andrian Pramudianto, hingga CEO dan Founder E-Magic Group, Brilliant Faryandi.
Forum ini juga diikuti mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat, menjadikannya wadah diskusi terbuka untuk memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan hukum di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial.
Menurut Trunoyudo, kejahatan digital kini berkembang dalam ekosistem yang kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari penguatan literasi digital hingga penegakan hukum yang adaptif.

“Perkembangan kejahatan di ruang digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber, literasi publik, serta langkah penegakan hukum yang tegas apabila mengganggu stabilitas sosial,” jelasnya.
Melalui dialog ini, Polri berharap terbangun semangat kolaborasi yang semakin solid antar seluruh elemen bangsa. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan era digital sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(*/Safar)

Tidak ada komentar