x

Akhir Rekayasa Arus Balik, Kakorlantas Dampingi Menhub Tutup One Way Trans Jawa

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 23:49 0 89 Redaksi

Bekasi, (Delik Asia) |  Pemerintah resmi mengakhiri penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal presisi di ruas Tol Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2026. Penutupan dilakukan pada Senin (30/3/2026) dini hari, seiring kondisi lalu lintas yang dinilai telah kembali stabil.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa penghentian skema rekayasa tersebut menandai berakhirnya pengaturan lalu lintas satu arah di jalur utama arus balik.

“Pemberlakuan one way lokal presisi resmi kami hentikan pada pukul 00.00 WIB. Sejak saat itu, arus lalu lintas di Tol Trans Jawa kembali diberlakukan normal dua arah,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jasa Marga Tollroad Command Center.

Dengan normalisasi arus lalu lintas, masyarakat yang masih dalam perjalanan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kondisi jalan yang kembali dua arah dinilai memerlukan perhatian lebih dari para pengguna jalan.

Di sisi lain, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut keseluruhan pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini berjalan relatif lancar, meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan.

Menurutnya, sebelum penghentian rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian telah melakukan tahapan sosialisasi serta sterilisasi jalur guna memastikan transisi berjalan aman dan tertib.

Selama periode arus balik, sejumlah skema rekayasa lalu lintas diterapkan, di antaranya contraflow di ruas KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek serta one way lokal yang diberlakukan secara bertahap dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan adanya tren positif dari sisi keselamatan lalu lintas. Angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama arus balik tercatat mengalami penurunan signifikan hingga 30 persen.

Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat yang dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) juga menurun sekitar 7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor antara kepolisian, kementerian, operator jalan tol, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode mudik dan arus balik, sejalan dengan semangat ‘Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia’,” pungkasnya.(*/Red-FBi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x