x

PHM Tancap Gas! Platform Kedua Sisi Nubi AOI Resmi Onstream

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Mar 2026 14:21 0 121 Redaksi

Balikpapan, (Delik Asia) | PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan lapangan migas lepas pantai. Perusahaan resmi mengoperasikan (onstream) Platform WPS-5 di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5), Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada akhir Februari 2026.

Pengoperasian tersebut menandai dimulainya produksi perdana dari dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504, sekaligus pengujian menyeluruh fasilitas produksi di Platform WPS-5 beserta jaringan pipanya.

Capaian ini melanjutkan keberhasilan sebelumnya setelah Platform WPS-4 lebih dahulu beroperasi pada 4 Desember 2025.

Secara kumulatif, dua platform tersebut kini menyumbang produksi gas sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), memperkuat kontribusi lapangan Mahakam terhadap pasokan energi nasional.

Proyek SNB AOI 1-3-5 menjadi bagian dari strategi PHM untuk mempertahankan tingkat produksi sekaligus menjaga keberlanjutan operasi di Wilayah Kerja Mahakam. Dari enam platform yang direncanakan dalam proyek ini, dua telah beroperasi, satu berada pada tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua lainnya masih dalam proses pengeboran.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan tambahan produksi dari dua sumur baru di WPS-5 menjadi elemen penting dalam menjaga kinerja lapangan yang telah memasuki fase mature. “Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional serta agenda swasembada energi pemerintah,” ujarnya.

Sumur SS-505 mulai mengalir pada 21 Februari 2026 setelah melalui tahapan pembersihan (clean-up) menggunakan sand filter untuk menjaga keandalan fasilitas. Produksi awal tercatat 12 mmscfd sebelum dilakukan penyesuaian bertahap (ramp down) guna memantau respons reservoir dan performa sumur. Setelah dinyatakan aman, sumur tersebut kembali beroperasi dengan target produksi stabil 10–11 mmscfd.
Tahapan serupa diterapkan pada Sumur SS-504 yang memasuki fase clean-up pada 23–24 Februari 2026.

Usai pembersihan akhir, sumur ini mencapai laju produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci sesuai prosedur operasi.
Optimalisasi proyek, lanjut Setyo, dilakukan melalui inovasi dan penerapan teknologi yang selaras dengan kebijakan induk usaha PHM, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), serta Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga tingkat produksi sekaligus menekan laju penurunan alami lapangan migas di wilayah Kalimantan.

Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam, PHM menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui sinergi bersama SKK Migas dan entitas afiliasi di bawah PHI, perusahaan terus mendorong inovasi guna memastikan produksi energi berlangsung aman, efisien, andal, serta ramah lingkungan demi mendukung kebutuhan energi nasional.(*/Safar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x