x

Pertamina Hulu dan Yayasan SALAKHA Bersinergi, Siap Bergerak Cepat Hadapi Banjir Jabodetabek!

waktu baca 3 menit
Jumat, 9 Jan 2026 15:22 0 22 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap keselamatan manusia dan pelestarian lingkungan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) terkait kerja sama pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama PHI Sunaryanto bersama Ketua Yayasan SALAKHA Baharudin Rahman pada akhir Desember 2025 di Kantor Pusat PHI, Jakarta. Kerja sama ini menjadi fondasi awal kolaborasi strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan terhadap risiko bencana, khususnya banjir, melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur Utama PHI Sunaryanto menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari penguatan manajemen risiko perusahaan sekaligus implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Kami meyakini kesiapsiagaan dan respons yang terstruktur terhadap potensi bencana merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar wilayah operasi,” ujarnya.

Sunaryanto menegaskan, PHI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna membangun sistem tanggap bencana yang adaptif dan berdaya tahan.

“Melalui sinergi PHI dan Yayasan SALAKHA, kami membangun sistem kesiapsiagaan bencana berbasis penguatan kapasitas yang terukur, berkelanjutan, dan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SALAKHA Baharudin Rahman menyatakan komitmen pihaknya untuk memberikan arahan teknis, pendampingan, serta program pelatihan bertahap yang dilengkapi sertifikasi bagi relawan PHI.

“MoU ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi darurat banjir. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan melalui pendekatan preventif serta penguatan sumber daya manusia, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat,” jelas Baharudin.

Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) merupakan lembaga yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui pengembangan program-program ramah lingkungan dengan menempatkan pelibatan masyarakat sebagai pilar utama pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kerja sama PHI dan SALAKHA diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan internal perusahaan terhadap risiko banjir, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang memberikan nilai tambah sosial, memperkuat peran masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan wilayah dan pelestarian lingkungan.

PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. PHI menjalankan operasionalnya sesuai prinsip ESG dengan visi menjadi perusahaan migas kelas dunia.

Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI secara konsisten mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.(*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x