
Lampung Tengah, (Delik Asia) | Semangat pengabdian yang berpijak pada nilai amanah dan kepedulian sosial ditunjukkan Kepala Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Paisol Darmawan. Di tengah keterbatasan dan lambannya proses anggaran pembangunan, ia memilih mengambil langkah nyata dengan mengalokasikan dana pribadi sebesar Rp30 juta guna memperbaiki jalan kontrol irigasi sepanjang dua kilometer di Lingkungan II Adirejo, Kelurahan Adipuro.

Jalan tersebut selama bertahun-tahun mengalami kerusakan cukup parah. Lubang di berbagai titik tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pertanian dan akses anak-anak menuju sekolah. Padahal, jalur itu merupakan urat nadi distribusi hasil panen masyarakat setempat.
Berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Paisol Darmawan memilih bergerak cepat tanpa menunggu proses birokrasi yang kerap memerlukan waktu panjang. Dana pribadinya digunakan untuk pembelian material penimbunan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling berat.
Langkah tersebut ternyata menggugah kesadaran kolektif masyarakat. Warga Lingkungan II Adirejo pun berbondong-bondong ikut bergotong royong dan memberikan sumbangan secara sukarela. Setiap kepala keluarga menyisihkan dana sesuai kemampuan, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, sebagai bentuk partisipasi dan rasa memiliki terhadap pembangunan lingkungan mereka.


“Jalan sepanjang dua kilometer ini memiliki peran sangat penting bagi aktivitas pertanian masyarakat. Karena itu saya merasa terpanggil untuk bergerak lebih dahulu demi kepentingan bersama. Alhamdulillah, masyarakat juga merespons dengan luar biasa. Semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama warga Adipuro,” ujar Paisol Darmawan.
Proses penimbunan jalan sepanjang 2.000 meter tersebut dikerjakan secara bersama-sama oleh warga dan aparat lingkungan. Kebersamaan antara pemimpin yang rela berkorban serta masyarakat yang turut mendukung melalui swadaya menjadi gambaran nyata kuatnya budaya gotong royong di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Inisiatif yang lahir dari kepedulian sosial ini pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Langkah Lurah Adipuro dinilai bukan sekadar tindakan administratif, melainkan cerminan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah kebutuhan rakyat.
Lebih dari itu, gerakan swadaya tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kecamatan Trimurjo, sekaligus mendorong perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap pemeliharaan infrastruktur pertanian. Sebagai salah satu kawasan penyangga pangan di Lampung Tengah, keberadaan akses jalan yang layak menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat.(*/Suherman Marthas)

Tidak ada komentar