x

Lonjakan Trafik Meningkat Signifikan: Strategi ASDP Menjaga Stabilitas Arus Mudik dan Balik Lebaran

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 15:47 0 49 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Arus mudik Lebaran kembali menjelma sebagai peristiwa besar yang menggerakkan jutaan orang dalam satu tarikan waktu—bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi perjumpaan antara rindu, harapan, dan cerita yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Tahun ini, peningkatan mobilitas terjadi dengan skala lebih tinggi, namun tetap mampu dikelola secara terkendali berkat kesiapan infrastruktur serta sinergi kuat lintas sektor.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa moda penyeberangan mencatatkan pelayanan kepada 5,52 juta penumpang, meningkat 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menghadapi lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan tetap prima, responsif, dan terkelola dengan baik, khususnya pada 15 lintasan strategis yang menjadi fokus pemantauan nasional.

Lintasan-lintasan ini merupakan jalur krusial dengan tingkat mobilitas tinggi, seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, hingga Padangbai–Lembar dan Bitung–Ternate. Peran jalur tersebut sangat vital dalam menopang konektivitas antarpulau selama periode mudik dan arus balik.

Data kumulatif sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB menunjukkan total penumpang mencapai 4.722.213 orang atau tumbuh 6,6 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan signifikan tersebut tidak mengganggu kinerja layanan. Arus penyeberangan tetap berjalan lancar dengan distribusi trafik yang semakin merata di berbagai lintasan, termasuk saat puncak pergerakan.

“Kelancaran layanan yang tetap terjaga hingga periode puncak merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah disusun secara matang sejak awal. Penguatan armada serta digitalisasi layanan menjadi fondasi utama dalam menjaga performa penyeberangan,” ujar Heru.

Pada praktiknya, lintasan Jawa–Sumatera–Bali masih menjadi poros utama pergerakan nasional. Berbagai langkah strategis diterapkan secara fleksibel, mulai dari penyesuaian pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian, penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) saat kepadatan, hingga pengendalian melalui buffer zone. Selain itu, optimalisasi layanan digital Ferizy serta kebijakan stimulus tarif turut mendorong pemerataan distribusi perjalanan.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi intensif lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah, operator transportasi, aparat keamanan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya bekerja secara terpadu untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Heru juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin erat, termasuk dukungan kementerian, TNI-Polri, BUMN transportasi, serta kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan digital.

Di sisi lain, dinamika operasional sempat muncul pasca dicabutnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas. Lonjakan kendaraan logistik di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk menyebabkan antrean hingga beberapa kilometer. Meski demikian, kondisi tersebut tetap dapat dikendalikan melalui penguatan manajemen operasional.

Sebagai langkah responsif, ASDP mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah frekuensi pelayaran, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone. Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi logistik tetap berjalan tanpa mengganggu arus penumpang.

Pada fase arus balik, distribusi penumpang dan kendaraan tercatat berlangsung seimbang. Hingga H+8, jumlah penumpang yang kembali ke Pulau Jawa mencapai 814.821 orang atau 99 persen dari total keberangkatan saat mudik. Sementara kendaraan yang kembali bahkan telah menyentuh angka 100 persen.

Dengan kesiapan operasional yang semakin kuat serta dukungan kolaborasi lintas sektor, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Upaya ini diarahkan untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Sebagai penghubung vital dalam sistem transportasi nasional, kami akan terus menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan layanan, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Heru.(*/RED-FBY)

SUMBER: CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x