x

Forum Wartawan Kebudayaan: Hari Pers Momentum Refleksi, Bukan Sekadar Seremoni

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Feb 2026 14:55 0 5 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Forum Wartawan Kebudayaan menyampaikan penghormatan kepada seluruh insan pers yang terus menjalankan kerja jurnalistik di tengah dinamika sosial, politik, dan kebudayaan yang kian kompleks.

Forum Wartawan Kebudayaan menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga nalar publik, ingatan kolektif, serta nilai-nilai kebudayaan bangsa.

Oleh karena itu, peringatan Hari Pers Nasional perlu dimaknai sebagai ruang refleksi bersama atas arah dan tanggung jawab pers hari ini.

Ketua Forum Wartawan Kebudayaan, Rizal Arif Baihaqi, mengatakan bahwa pers yang sehat adalah pers yang tetap kritis, tetap berpegang pada prinsip kebenaran, independensi, keberimbangan, dan berani menjaga jarak dari berbagai kepentingan yang dapat mengaburkan kebenaran.

“Pers yang kehilangan daya kritisnya akan kehilangan makna kebudayaannya. Tugas pers bukan sekadar melaporkan apa yang terjadi, tetapi juga menguji, mempertanyakan, dan memberi konteks agar publik tidak tersesat oleh informasi yang setengah benar,” ujar Rizal, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, di tengah tekanan ekonomi media, kejar tayang, serta kedekatan dengan pusat-pusat kekuasaan, pers dituntut untuk tidak mengorbankan etika dan integritas jurnalistik.

“Keberimbangan tidak boleh dimaknai sebagai netralitas semu. Pers harus jujur pada fakta, berani pada kebenaran, dan sadar bahwa kerja jurnalistik adalah kerja kebudayaan, yang membentuk cara berpikir masyarakat,” tegasnya.

Forum Wartawan Kebudayaan juga menyoroti pentingnya peran pers dalam merawat ruang dialog publik, menjaga keberagaman narasi, serta menghindari penyederhanaan realitas yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Melalui momentum Hari Pers Nasional ini, Forum Wartawan Kebudayaan mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat integritas dan menempatkan kebudayaan sebagai fondasi etis dalam setiap kerja jurnalistik.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga momentum HPN 2026 bisa menjadi refleksi bersama, bahwa kebebasan pers tidak boleh tereduksi menjadi sekadar kebebasan menyebarkan informasi, melainkan harus disertai tanggung jawab etik dan keberpihakan pada kepentingan publik.(FORWARD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x