x

250 Mahasiswa Unpad Diajak Bangun Bisnis Lewat Koperasi, Ini Pesan Tegas Menkop Ferry

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 19:20 0 14 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | Upaya membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi kini semakin diarahkan kepada kalangan generasi muda. Pemerintah menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak wirausahawan masa depan sekaligus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan ekonomi digital.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat membuka kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda bertajuk “Saatnya Anak Muda Peduli Koperasi”, hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (30/6), yang digelar secara daring.

Dalam paparannya, Ferry mengatakan wajah koperasi Indonesia telah berubah mengikuti perkembangan zaman. Koperasi tidak lagi dipandang sebatas lembaga ekonomi konvensional, tetapi telah berkembang menjadi model usaha modern yang merambah berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi digital, pertanian berbasis teknologi, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata hingga ekonomi hijau.

Menurutnya, transformasi tersebut membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk membangun usaha bersama melalui sistem koperasi yang profesional, adaptif, dan berbasis teknologi.
“Koperasi modern memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkembang, berkolaborasi, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujar Ferry.

Dia menambahkan, pemerintah terus memperkuat transformasi koperasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan tata kelola kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi digital agar mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global.

Ferry juga memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa Universitas Padjadjaran beserta komunitas kewirausahaan kampus dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa kampus memiliki posisi penting sebagai motor perubahan sekaligus laboratorium lahirnya inovasi ekonomi baru.

Di hadapan ratusan peserta, Menkop menyampaikan tiga pesan penting kepada generasi muda. Pertama, mahasiswa diminta membangun karakter kewirausahaan dengan berani mencoba dan tidak takut menghadapi kegagalan. Kampus, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, bereksperimen, dan menciptakan inovasi.
Pesan kedua adalah pentingnya membangun kolaborasi melalui koperasi. Ferry menilai era digital menuntut kemampuan bekerja sama karena keberhasilan usaha tidak lagi hanya ditentukan oleh persaingan, melainkan kekuatan membangun jejaring.

Sementara pesan ketiga, mahasiswa diharapkan tidak semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan.
“Saya berharap Universitas Padjadjaran dapat menjadi salah satu pusat lahirnya koperasi modern sekaligus melahirkan inovator dan pengusaha muda yang mampu memperkuat perekonomian nasional,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, mengungkapkan kegiatan literasi tersebut diikuti sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam komunitas kewirausahaan Unpad Preneur.

Selain mengikuti sesi literasi, sebanyak 49 tim wirausaha mahasiswa turut menampilkan berbagai produk inovatif yang diharapkan nantinya dapat dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Destry optimistis produk-produk karya mahasiswa memiliki peluang berkembang menjadi usaha berskala nasional apabila didukung kelembagaan koperasi yang kuat. Menurutnya, koperasi dapat menjadi kendaraan bagi lahirnya pengusaha muda yang memiliki daya saing sekaligus berbadan hukum.

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital harus mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap koperasi. Koperasi bukan lagi dipersepsikan sebagai lembaga ekonomi lama, melainkan sebagai ekosistem bisnis modern yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat juga diwujudkan melalui peluncuran hasil riset Universitas Padjadjaran mengenai Pengembangan Asisten Digital Koperasi serta Instrumen Readiness Score, yang dipimpin Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Dr. Dwi Purnomo.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengajak mahasiswa untuk tidak terpengaruh oleh berbagai stigma negatif yang berkembang mengenai koperasi, termasuk terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, koperasi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Karena itu, ia berharap generasi muda mampu menjadi bagian dari transformasi koperasi Indonesia dengan menghadirkan inovasi, tata kelola yang profesional, serta pemanfaatan teknologi sehingga koperasi dapat tampil sebagai salah satu pilar utama penguatan ekonomi nasional di masa depan.(*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x