x

Merah Putih Raksasa Membentang di Laut Pulau Merak Besar, Lanal Banten Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Ekosistem Laut

waktu baca 4 menit
Minggu, 16 Agu 2026 20:12 0 21 Redaksi

CILEGON, ( Delik Asia) |Merah Putih tidak hanya berkibar di daratan. Di tengah birunya perairan Selat Sunda, semangat kemerdekaan juga dibentangkan melalui sebuah aksi spektakuler di kawasan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Pada Sabtu 15/08/2026

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten menggelar pembentangan bendera Merah Putih di permukaan laut sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak sekadar menjadi simbol nasionalisme, kegiatan tersebut dirangkai dengan aksi nyata menjaga lingkungan melalui konservasi dan transplantasi terumbu karang serta pelepasan 25 ekor tukik dan 1 ekor penyu dewasa.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, serta dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, unsur Forkopimda Kota Cilegon, TNI-Polri, instansi pemerintah, dunia usaha, komunitas, pemerhati lingkungan, pelaku pariwisata dan masyarakat.

Merah Putih di Atas Laut, Simbol Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, pembentangan Merah Putih di permukaan laut memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, laut merupakan bagian penting dari identitas Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus menjadi ruang yang menyatukan berbagai pulau dan masyarakat di seluruh Nusantara.

“Bendera Merah Putih yang kita bentangkan merupakan pengingat bahwa negara kita adalah negara kepulauan. Laut menjadi sarana pemersatu pulau-pulau yang ada di Indonesia sekaligus menjadi wujud kedaulatan dan identitas bangsa Indonesia,” ujar Wawan.

Semangat kemerdekaan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui kegiatan konservasi laut. Terumbu karang yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut mendapat perhatian khusus karena keberadaannya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem.

“Terumbu karang merupakan rumah bagi ikan, terutama ikan-ikan kecil. Dengan terjaganya biota laut, ekosistem yang seimbang akan menunjang kehidupan masyarakat, terutama masyarakat pesisir,” jelasnya.

25 Tukik dan 1 Penyu Dewasa Kembali ke Laut

Suasana semakin bermakna ketika 25 ekor tukik atau anak penyu dan 1 ekor penyu dewasa dilepas kembali ke habitatnya.

Pelepasan satwa laut tersebut menjadi simbol harapan agar kehidupan di laut terus berlanjut dan ekosistem pesisir tetap terjaga.

Bagi Lanal Banten, konservasi bukan hanya tentang menjaga kondisi laut hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan alam yang sama.

Wawan menegaskan, TNI Angkatan Laut tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga laut.

“Upaya ini tidak bisa kami lakukan sendiri. TNI Angkatan Laut tidak bisa berbuat sendiri tanpa kerja sama, kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak yang memiliki kepentingan dan terlibat langsung di bidang kelautan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat semangat kebangsaan sekaligus kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut, khususnya di wilayah Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

Robinsar: Jangan Hanya Industri, Wisata Bahari Juga Bisa Gerakkan Ekonomi

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi terhadap langkah Lanal Banten yang menjadikan Pulau Merak Besar sebagai lokasi kegiatan konservasi sekaligus peringatan kemerdekaan.

Robinsar menilai, kawasan Pulau Merak Besar memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar dan dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Komandan Lanal Banten yang telah memilih Pulau Merak Besar sebagai titik konservasi alam dan terumbu karang,” ujar Robinsar.

Menurutnya, pengembangan ekonomi masyarakat tidak harus selalu bertumpu pada sektor industri. Pariwisata dan UMKM juga memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kalau bicara pengangguran dan pendapatan, tidak melulu yang sifatnya bekerja di pabrik atau industri. Sektor UMKM dan pariwisata juga bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Robinsar juga menilai keberhasilan pengembangan wisata bahari harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Betul, kita harus sama-sama menjaga alam agar alam juga menjaga kita,” ujarnya.

Pulau Merak Besar Didorong Jadi Destinasi Wisata Bahari

Pemerintah Kota Cilegon, lanjut Robinsar, akan terus mendorong pengembangan potensi wisata di kawasan pesisir. Ia membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah pusat, TNI-Polri, dunia usaha dan berbagai pihak untuk melengkapi fasilitas serta sarana pendukung wisata.

Menurutnya, Pulau Merak Besar tidak harus berdiri sendiri sebagai destinasi wisata. Kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari rangkaian wisata bahari di Kota Cilegon dan Provinsi Banten.

Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Cilegon tidak hanya mengenal kawasan industri, tetapi juga dapat menikmati kekayaan alam dan wisata bahari yang dimiliki Kota Baja tersebut.

Rangkaian kegiatan di Pulau Merak Besar akhirnya menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui banyak cara.

Merah Putih dibentangkan sebagai simbol persatuan dan kedaulatan, terumbu karang ditanam sebagai investasi bagi masa depan laut, sementara 25 tukik dan 1 penyu dewasa dilepas sebagai harapan agar kehidupan terus tumbuh di perairan Indonesia.

Dari Pulau Merak Besar, semangat kemerdekaan tidak hanya digaungkan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata: menjaga laut, merawat alam, memperkuat kolaborasi dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.(*/FBY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x