x

PN Bekasi Gandeng Bank BSI Perkuat SDM dengan Pelatihan Service Excellence

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 00:14 0 12 Redaksi

Bekasi, (Delik Asia) | Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menyelenggarakan pelatihan tata cara bersikap dan berperilaku bagi aparatur pelayanan publik, di Bekasi Rabu pagi, 29/7. Pelatihan ini digelar guna mendorong terwujudnya layanan peradilan yang lebih responsif, empati, dan humanis bagi masyarakat pencari keadilan.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri atas jajaran Hakim Pengawas Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Koordinator Area 1 dan Area 6, petugas PTSP, hingga personil keamanan (security).

Dalam pelatihan tersebut, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menghadirkan narasumber dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Pusat, Raditya Fatahillah.

“Kehadiran praktisi perbankan ini ditujukan untuk memberikan perspektif serta standar pelayanan prima (service excellence) yang biasa diterapkan di sektor privat,” ungkap rilis yang di terima DANDAPALA, 29/7.

Raditya memaparkan bahwa esensi utama dari sebuah pelayanan pada hakikatnya adalah berbagi kebahagiaan. Mengutip pemikiran pakar pelayanan Ron Kaufman, ia menekankan bahwa aparatur yang berada di garis terdepan pelayanan harus memiliki suasana hati yang bahagia dan melayani dengan tulus.

“Jika petugas melayani sepenuh hati, masyarakat yang datang membawa beban permasalahan hukum dapat merasakan kenyamanan,” ungkapnya.

Dalam pembekalannya, narasumber menyampaikan sejumlah petunjuk praktis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Sikap dasar seperti menyapa dengan hangat, mengucapkan terima kasih, menunjukkan semangat, serta menjaga kesopanan dan kesantunan menjadi fondasi utama yang wajib diterapkan.

Rilis tersebut juga menyampaikan, selain aspek perilaku verbal, pelatihan ini juga menyoroti pentingnya penataan penampilan diri (personal branding). Aparatur diingatkan untuk selalu mengenakan pakaian rapi dan menjaga kerapian diri (grooming).

“Khusus bagi pengguna kemeja lengan panjang, kancing baju diminta tetap terpasang rapi dan tidak digulung. Petugas juga diimbau untuk memperhatikan kesegaran tubuh agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” tegas rilis tersebut.

Rilis tersebut melanjutkan, aturan mengenai sikap tubuh atau gesture turut diperagakan, mulai dari posisi berdiri, gestur tangan saat melayani, hingga tata cara duduk yang sopan bagi pria maupun wanita. Narasumber juga memperagakan teknik memanggil pengunjung sesuai urutan antrean agar tercipta ketertiban.

“Dari sisi komunikasi, Raditya menggarisbawahi tiga unsur penting komunikasi efektif, yakni aspek verbal melalui pemilihan kata yang santun, kejelasan vokal, serta intonasi suara yang tenang dan menenangkan,” terang Rilis tersebut.

Penanganan tamu emosional

Sesi pembekalan berlangsung interaktif saat memasuki ruang diskusi. Salah satu peserta, Lia, menanyakan strategi operasional dalam menghadapi pengunjung atau tamu sidang yang bersikap emosional dan berperilaku kasar di area pengadilan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Raditya menjelaskan bahwa petugas harus tetap mampu menjaga ketenangan dan tidak terpancing emosi.

“Petugas diimbau untuk tetap menegur dengan cara yang sopan, tenang, namun terukur. Petugas perlu mengingatkan pengunjung secara bijak bahwa area pengadilan merupakan ruang publik yang ketenangannya harus dijaga bersama agar tidak mengganggu proses persidangan maupun pengunjung lainnya,” tegas Raditya.

Pelatihan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Riko, salah seorang petugas keamanan PN Bekasi, menilai materi yang diperoleh sangat bermanfaat dalam menunjang tugas operasional sehari-hari.

Riko mengungkapkan, pembekalan ini memberikan pemahaman baru bagaimana menyelaraskan fungsi pengamanan dengan pendekatan yang ramah.

“Petugas keamanan kini lebih memahami cara menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan pengadilan tanpa mengabaikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang mencari keadilan,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, PN Bekasi berharap kualitas sumber daya manusia di garda depan pelayanan dapat terus meningkat sehingga mampu memberikan layanan peradilan yang berintegritas dan berorientasi pada kepuasan publik.(*/RED/YUSUF)

 

Sumber: Donovan Akbar – Dandapala Contributor
Rabu, 29 Jul 2026

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x