x

Ngerond Catur Bareng Wagub: Saat Catur Menjadi Bahasa, Halalbihalal Percasi Cilegon Perkuat Kebersamaan

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Apr 2026 22:11 0 133 Redaksi

Cilegon, (Delik Asia) | Papan catur tersusun rapi, bidak-bidak berdiri tegap seolah menjadi saksi bisu pertemuan hangat yang sarat makna. Di antara langkah-langkah strategi dan senyum kebersamaan, halal bihalal Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon menjelma lebih dari sekadar tradisi—ia menjadi ruang temu yang merajut silaturahmi Halalbihalal lintas komunitas pecinta catur se-Provinsi Banten, Minggu (12/4/2026).

Di tengah suasana yang cair dan penuh keakraban, kegiatan ini hadir dengan konsep berbeda. Tak hanya saling berjabat tangan dan memaafkan, para peserta diajak “ngerond”—bermain catur santai bersama Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah. Papan catur pun berubah menjadi medium dialog, tempat strategi dan kebersamaan bertaut dalam harmoni.

Ketua Percasi Kota Cilegon, Hasan Saidan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah kreatif dalam menghidupkan tradisi. “Halal bihalal ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang silaturahmi antara pengurus, atlet, dan pecinta catur. Di sini, mereka tidak hanya bermaafan, tetapi juga saling mengasah strategi dalam suasana santai,” ujarnya.

Antusiasme peserta tampak jelas. Setiap langkah bidak menjadi simbol pergerakan pikiran, setiap pertandingan menjadi percakapan tanpa kata. Dari pemain pemula hingga pecatur berpengalaman, semua larut dalam semangat kebersamaan yang mengalir hangat pasca Idulfitri.

Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi inisiatif Percasi yang mampu memadukan nilai tradisi dengan olahraga intelektual. Menurutnya, catur bukan sekadar permainan, melainkan latihan berpikir yang mengasah strategi, kesabaran, dan sportivitas.

“Kegiatan seperti ini perlu terus digelar. Selain mempererat silaturahmi, juga memperkuat solidaritas sekaligus memasyarakatkan olahraga catur,” ujarnya.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa catur dapat menjadi jembatan sosial. Ia menyatukan berbagai latar belakang dalam satu papan yang sama, mengajarkan bahwa setiap langkah harus dipikirkan, namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten, Kepala UPTD Samsat Cilegon, Ketua Gapura Banten, perwakilan industri, serta para pengurus Percasi dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus mempertegas bahwa catur bukan hanya milik segelintir orang, tetapi bagian dari denyut kebudayaan dan kebersamaan masyarakat.

Di akhir acara, tak ada yang benar-benar kalah atau menang. Yang tersisa adalah tawa, jabat tangan, dan ikatan persaudaraan yang semakin kuat—seperti permainan catur itu sendiri, yang selalu mengajarkan bahwa setiap langkah memiliki arti, dan setiap pertemuan menyimpan makna.(*/Fby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x