x

Angkutan Laut Lebaran 2026 Layani 2,02 Juta Penumpang, Naik 9,86 Persen

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 13:27 0 183 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan efisien. Kinerja ini menjadi cerminan meningkatnya kualitas layanan transportasi laut nasional, ditopang oleh lonjakan jumlah penumpang, tingginya ketepatan waktu pelayaran, serta konsistensi dalam menjaga standar keselamatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan bahwa total pergerakan penumpang selama periode Lebaran 2026 mencapai 2.020.909 orang. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 9,86 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,83 juta penumpang.

“Pertumbuhan ini menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi laut. Ini merupakan hasil konkret dari transformasi layanan yang kami dorong secara berkelanjutan, baik dalam aspek keselamatan, kenyamanan, maupun penguatan koordinasi lintas sektor,” ujar Masyhud.

Operasional angkutan laut selama periode H-8 hingga H+8 Lebaran ditopang oleh 739 armada kapal yang melayani mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 25.958 pergerakan kapal terpantau di 264 pelabuhan, menunjukkan intensitas aktivitas yang tinggi namun tetap terkendali.

Dinamika pergerakan penumpang memperlihatkan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 137 ribu orang. Sementara itu, arus balik mencapai titik tertinggi pada 28 Maret 2026 dengan kisaran 147 ribu penumpang.

Di sisi lain, kebijakan stimulus pemerintah turut memberikan dampak nyata. Program tiket gratis hampir sepenuhnya terserap dengan realisasi 91.507 penumpang atau 97,2 persen dari kuota. Adapun program diskon tiket mencatat capaian melampaui target dengan jumlah pengguna mencapai 458.705 penumpang.

Kinerja operasional juga menunjukkan capaian impresif, dengan tingkat ketepatan waktu kapal (on time performance) mencapai 96,99 persen. Angka ini mencerminkan pengelolaan operasional yang semakin presisi dan responsif.

Masyhud menegaskan bahwa capaian tersebut dibangun di atas komitmen kuat terhadap prinsip keselamatan tanpa kompromi. Seluruh kapal yang beroperasi telah melalui proses uji kelaiklautan secara ketat sebelum berlayar, didukung oleh sistem pengaturan penumpang berbasis digital serta koordinasi intensif antarinstansi.

“Keselamatan adalah fondasi utama. Tidak ada ruang toleransi terhadap pelanggaran standar. Setiap kapal yang beroperasi telah dipastikan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran angkutan Lebaran, mulai dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi nasional. Kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ke depan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus memperkuat sistem layanan melalui evaluasi menyeluruh dan inovasi berkelanjutan, guna menghadirkan transportasi laut yang semakin modern, aman, dan dapat diandalkan bagi seluruh lapisan masyarakat.(*/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x