Merespons insiden tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh bersama Kodim Nunukan bergerak cepat melakukan operasi tanggap darurat di lokasi kejadian.
Pesawat nahas berjenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu diketahui tengah menjalankan misi penerbangan charter pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina.
Berdasarkan kronologi, pesawat berangkat dari Bandara Juwata Tarakan pada pukul 10.15 WITA dan sempat mendarat dengan selamat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 11.10 WITA. Setelah melakukan pembongkaran muatan, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA dengan membawa satu orang pilot.
Sekitar sepuluh menit setelah lepas landas, pesawat dilaporkan hilang kontak dan kemudian diketahui jatuh di kawasan Pegunungan Pabetung Remayo.
Tim evakuasi gabungan yang terdiri dari 21 personel di bawah komando Wakil Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 4/Prh segera diterjunkan melalui medan berat dan kondisi geografis ekstrem. Setibanya di lokasi, petugas menemukan badan pesawat dalam kondisi rusak parah akibat benturan keras disertai bekas kebakaran hebat.
Dalam operasi tersebut, tim menemukan pilot pesawat dalam kondisi meninggal dunia. Fokus operasi saat ini beralih pada pengamanan lokasi kejadian serta pencarian black box guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Pihak TNI memastikan akan terus bersiaga untuk mengawal proses evakuasi material sisa pesawat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung investigasi lanjutan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama instansi berwenang lainnya, sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan penerbangan nasional.(*/Red)
Tidak ada komentar