x

Dipercaya 1,3 Juta Pengguna, UKBI Adaptif Siap Ditingkatkan ke Standar Global

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 02:15 0 11 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) |  Bahasa Indonesia tidak lagi sekadar alat komunikasi, ia telah bertransformasi menjadi aset penting bangsa di dunia internasional. Seiring meningkatnya kepercayaan dan pemanfaatan publik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat layanan Uji Kemahiran Berbahasa (UKBI) Adaptif melalui Rapat Koordinasi Pemutakhiran Aplikasi UKBI Adaptif.

Bertempat di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Jakarta, forum lintas sektoral ini menjadi ajang untuk memperkuat tata kelola, sistem dan infrastruktur UKBI Adaptif agar semakin andal, inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk merespons lonjakan pemanfaatan UKBI Adaptif oleh masyarakat nasional maupun internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, UKBI Adaptif tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan, tetapi juga untuk sertifikasi profesi, persyaratan administrasi, serta penguatan kompetensi kebahasaan di berbagai sektor.

Sepanjang periode 2021 – 2025, tercatat 1.300.645 orang telah mengikuti UKBI Adaptif. Dari jumlah tersebut, 718 peserta merupakan warga negara asing dari 75 negara, menandakan UKBI Adaptif tidak hanya berfungsi sebagai instrumen nasional, tetapi juga telah memperoleh pengakuan global.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam sambutannya menegaskan bahwa UKBI Adaptif telah berkembang menjadi layanan publik strategis negara yang merepresentasikan wajah bahasa Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Tingginya jumlah peuji menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan UKBI, sekaligus tantangan bagi kita semua untuk memastikan layanan ini semakin andal, cepat, dan mudah diakses,” ujar Hafidz.

Ia menambahkan bahwa tingginya trafik pengguna, khususnya saat akses dilakukan secara serentak, harus direspons dengan penguatan sistem dan infrastruktur yang memadai agar kualitas layanan tetap terjaga.

Dari sisi kebijakan keuangan negara, perwakilan Direktorat PNBP Kementerian Keuangan menilai layanan UKBI memiliki potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk menjamin keberlanjutan layanan.

“Lonjakan pengunjung yang menyebabkan sistem padat justru menunjukkan bahwa UKBI memiliki potensi besar. Dengan penguatan kerja sama dan pengembangan sistem, layanan ini dapat terus ditingkatkan,” tegas perwakilan Direktorat PNBP.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan kesiapan Pusat Data Nasional (PDN) untuk mendukung kebutuhan server UKBI Adaptif agar layanan tetap optimal saat diakses secara masif.

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen bersama mitra terkait akan memperkuat integrasi sistem, meningkatkan performa aplikasi, serta menjaga stabilitas layanan. Kolaborasi juga mencakup pemberian layanan UKBI gratis bagi pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan serta Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai mitra strategis.

Penguatan layanan UKBI Adaptif ini diharapkan semakin memperkokoh peran bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sekaligus bahasa yang berdaya saing di tingkat global.(*/Red)

 

Penulis : Tim Humas Badan Bahasa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x