
Jakarta, (Delik Asia) | Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mempertegas komitmennya dalam mempercepat pengembangan dan optimalisasi Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat sistem logistik nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Komitmen tersebut direalisasikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban dengan PT Wahana Mitra Semesta yang berlangsung di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (28/1).
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan, Pelabuhan Patimban memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik nasional yang diharapkan mampu mengurangi beban pelabuhan utama sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan pintu akses pelabuhan, tetapi juga pada penguatan sistem konektivitas yang terintegrasi antara pelabuhan, kawasan industri, dan jaringan logistik nasional.


“Dengan perencanaan yang terukur dan berorientasi jangka panjang, infrastruktur yang dibangun diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan serta memperkuat daya saing logistik nasional,” ujar Masyhud.
Lebih lanjut, Masyhud menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat. Akses pelabuhan yang semakin optimal diyakini mampu mempercepat arus distribusi logistik, menurunkan biaya angkut, dan meningkatkan daya saing produk nasional, baik di pasar domestik maupun internasional.
Bagi masyarakat di sekitar kawasan Patimban, khususnya Subang dan sekitarnya, pengembangan kawasan pendukung pelabuhan diproyeksikan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Aktivitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, serta menumbuhkan berbagai usaha penunjang sektor logistik dan industri.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, lanjut Masyhud, terus mendorong model kerja sama yang transparan, berorientasi pada kepentingan nasional, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia berharap perjanjian kerja sama ini dapat diimplementasikan secara efektif dan menjadi katalis bagi peningkatan kinerja Pelabuhan Patimban, kelancaran arus barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi produktif antara pemerintah dan mitra usaha dalam pengembangan sektor kepelabuhanan nasional,” pungkasnya.(*/FBi)

Tidak ada komentar