
Kredit Foto: Hendrata Jakarta, (Delik Asia) | Persepsi bahwa jurusan Akuntansi merupakan bidang yang sulit dan kurang diminati oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) mulai mengalami pergeseran signifikan. Di tengah transformasi ekonomi dan digitalisasi bisnis, kompetensi akuntansi justru dinilai sebagai salah satu keahlian dengan tingkat kebutuhan tertinggi di pasar tenaga kerja.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan IKAPA Goes to School yang digelar oleh Ikatan Alumni Pendidikan Akuntansi (IKAPA) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS). Program ini menyasar ratusan siswa SMKN 3 dan SMKN 6 Sukoharjo, Senin (26/1/2026), sebagai upaya memperkuat pemahaman siswa terhadap relevansi akuntansi di dunia kerja saat ini.
Konsultan pajak Umi Khulsum, PhD, menegaskan bahwa hampir seluruh unit bisnis, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga industri manufaktur berskala besar, membutuhkan tenaga kerja yang memiliki pemahaman akuntansi yang memadai.
“Akuntansi menjadi tulang punggung pengelolaan keuangan perusahaan, mulai dari pencatatan transaksi, penggajian, perpajakan, hingga penyusunan laporan keuangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis manajemen,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tersebut membuat lulusan akuntansi memiliki tingkat serapan kerja yang relatif stabil dan berkelanjutan. Bahkan, di era digital, peran akuntansi semakin strategis seiring meningkatnya tuntutan transparansi, kepatuhan pajak, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Kegiatan yang diinisiasi oleh alumni Pendidikan Akuntansi UNS ini juga bertujuan menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri. Selain memberikan motivasi, para alumni memperkenalkan Program Studi Pendidikan Akuntansi UNS sebagai pilihan pendidikan lanjutan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki prospek karier jangka panjang.
Program ini dirancang sebagai ruang dialog agar siswa tidak lagi memandang akuntansi sekadar sebagai deretan angka, melainkan sebagai ilmu terapan yang erat kaitannya dengan kehidupan ekonomi sehari-hari.
Ketua IKAPA UNS Maliyana Nur Wijayanti menyampaikan bahwa keterlibatan alumni di sekolah-sekolah merupakan bentuk kontribusi konkret dalam memperkuat literasi keuangan dan kesiapan karier generasi muda.
“Jika program perdana ini memberikan dampak positif, IKAPA akan memperluas jangkauan kegiatan ke sekolah-sekolah SMK di berbagai provinsi di Pulau Jawa,” ujarnya.
Selain menyasar siswa, IKAPA juga merencanakan program lanjutan berupa edukasi penyusunan laporan keuangan dan perpajakan bagi pelaku UMKM di wilayah Solo Raya, sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kapasitas usaha.(*/Red)

Tidak ada komentar