
Jakarta, (Delik Asia) | Oikumene Lintas Kementerian Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan bersama yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual, kebersamaan, serta semangat pelayanan di lingkungan lintas kementerian bidang hukum, ham, imigrasi, dan pemasyarakatan.

Ibadah dan perayaan ini dihadiri jajaran pimpinan serta pegawai di lingkungan lintas kementerian bidang hukum, ham, imigrasi, dan pemasyarakatan. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter, integritas, dan etos kerja aparatur negara.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan menyampaikan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam perayaan ini mencerminkan kuatnya ikatan sebagai satu keluarga besar, tidak hanya sebatas hubungan kerja.
“Hari ini kita merasakan bahwa kita adalah satu keluarga besar. Jika kita bisa membahagiakan keluarga kita di rumah, maka kita punya kekuatan untuk membahagiakan keluarga yang lebih besar, yaitu masyarakat dan bangsa,” ujarnya.


Otto Hasibuan menegaskan bahwa bangsa yang kuat tidak mungkin terwujud tanpa keluarga-keluarga yang bahagia dan utuh. Oleh karena itu, nilai-nilai kekeluargaan perlu dibawa dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan agar kerja pemerintahan semakin humanis dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya, Romo Thomas menyampaikan refleksi rohani dengan mengajak seluruh peserta merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita serta kesadaran akan penyertaan Tuhan dalam kehidupan keluarga. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan “gereja pertama” tempat setiap pribadi belajar tentang kasih, penerimaan, pengampunan, dan kebersamaan.
“Tidak ada keluarga yang sempurna. Tetapi justru dalam ketidaksempurnaan itulah kita berjumpa dengan Allah yang sempurna,” tuturnya.
Romo Thomas juga mengingatkan pentingnya membangun relasi yang tulus di dalam keluarga, saling hadir satu sama lain, serta menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan iman sebagai bekal membangun masyarakat dan bangsa yang lebih baik.
Sementara itu, Pendeta Marcel Saerang dalam khotbahnya menegaskan bahwa keluarga yang kuat dan diberkati harus dibangun dengan menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Menurutnya, keluarga tidak pernah lepas dari tantangan, namun iman yang kokoh menjadi fondasi untuk tetap bertahan dan bertumbuh.
“Rumah yang diberkati adalah rumah yang menempatkan Tuhan sebagai pusatnya. Ketika Tuhan menjadi yang pertama dan utama, maka sebesar apa pun badai yang datang, keluarga akan tetap kuat dan diberkati,” ungkap Pendeta Marcel.
Ia juga menyoroti pentingnya kesetiaan, kemandirian, serta kemampuan menerima perbedaan sebagai kunci menjaga keutuhan keluarga, sekaligus menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan komitmen untuk tetap menjadi satu sampai selama-lamanya.
Melalui Ibadah dan Perayaan Oikumene ini, diharapkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan penguatan nilai keluarga dapat terus tumbuh dan menjadi landasan dalam menjalankan tugas koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.(*/Red)

Tidak ada komentar