
Caption: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan dalam kegiatan Grand Opening Placemaking Tahilalats Station 2026 di Terowongan Kendal, Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Jakarta, (Delik Asia) | Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat pengembangan Intellectual Property (IP) asli Indonesia agar berekspansi lebih luas di ruang publik dan pasar global. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Placemaking Tahilalats Station 2026 di Terowongan Kendal, Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta.

Peresmian dihadiri Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat.
Menteri Ekraf menegaskan, kehadiran Tahilalats Station sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mendorong IP karya anak bangsa naik kelas dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.


“Selamat atas diresmikannya Tahilalats Station. Inisiatif ini membangkitkan IP-IP Indonesia agar menguasai pasar domestik sekaligus masuk ke pasar global. Kolaborasi ini mendapat dukungan Pemprov DKI Jakarta dan MRT Jakarta yang konsisten memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky dalam sambutannya di Transport Hub Simpang Temu Dukuh Atas, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, pengembangan ruang publik melalui pendekatan placemaking merupakan strategi penting dalam memperkuat nilai budaya sekaligus nilai ekonomi sektor kreatif nasional.
“Kementerian Ekraf bertugas mencari local hero dari 17 subsektor ekonomi kreatif agar mampu menembus pasar nasional. Sebelumnya, kami juga berkolaborasi dengan Tahilalats, termasuk pada branding livery pesawat Garuda Indonesia, yang terbukti mempercepat pertumbuhan IP karakter tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno menyampaikan kinerja transportasi publik Jakarta yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Desember 2025, MRT Jakarta mencatat rata-rata 141.872 pelanggan per hari, dengan Stasiun Dukuh Atas BNI sebagai stasiun tersibuk yang melayani hampir 781.000 pelanggan dalam satu bulan.
“Dengan visi Jakarta sebagai kota global, kehadiran Tahilalats Station merupakan wujud kolaborasi kreatif kebanggaan nasional. Ini bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menjadikan ruang transportasi publik sebagai media ekspresi dan promosi karya lokal,” ujar Rano.
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebut total pengguna MRT yang telah mencapai 46,5 juta pelanggan menjadi potensi besar dalam menghadirkan trafik dan eksposur berkelanjutan bagi IP lokal di ruang publik.

“Kolaborasi dengan Tahilalats telah memberikan nilai tambah. Sebelumnya, kami juga meluncurkan merchandise store di Stasiun Blok M BCA yang mendapat respons positif, termasuk dari wisatawan,” katanya.
Turut mendampingi Menteri Ekraf antara lain Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi dan Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy. Hadir pula CEO INFIA Corp Aji Pratomo, kreator Tahilalats Nurfadli Mursiding, Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Jakarta Mega Indahwati Natangsa Tarigan, serta jajaran manajemen MRT Jakarta.(*/Feby/SG)

Tidak ada komentar