
Jakarta, (Delik Asia) | Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan upaya pemulihan menyeluruh di Kabupaten Padang Pariaman pascabencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Pada masa transisi Minggu, 4 Januari 2026, jajaran Polres Padang Pariaman bersama personel gabungan lintas unsur melaksanakan serangkaian aksi nyata yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan infrastruktur vital di sejumlah nagari terdampak.Salah satu prioritas utama adalah menjamin ketersediaan pangan melalui pengoperasian dua unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) di Nagari Kasang dan Nagari Kataping.
Personel Sat Brimobda Lampung BKO Polres Padang Pariaman bertugas menyiapkan makanan siap saji yang didistribusikan secara rutin kepada warga. Langkah ini memastikan bahwa konsumsi harian masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan di tengah proses pemulihan ekonomi lokal.


Di sektor infrastruktur, Polri berhasil membangun jembatan darurat di Korong Maranci, Nagari Seulayat.
Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai urat nadi mobilisasi bantuan dan akses utama masyarakat untuk kembali beraktivitas normal.
Pembangunan ini melibatkan kolaborasi antara personel Polres, BKO Korpolairud, dan BKO K9 Baharkam Polri, guna memastikan wilayah yang sebelumnya terisolasi dapat terhubung kembali dengan pusat pelayanan.
Selain itu, Polri melakukan terobosan dalam penyediaan air bersih dengan menargetkan pembangunan sumur bor dan pemasangan tandon air di 31 lokasi. Hingga saat ini, puluhan toren telah terpasang dan berfungsi di berbagai titik seperti Nagari Sungai Buluh Utara dan Nagari Kampung Galapuang.Proyek ini menjangkau puluhan nagari terdampak, mulai dari Kapalo Koto hingga kawasan hunian sementara, sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih pascabencana.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kehadiran Polri adalah komitmen mutlak untuk memberikan pelayanan dasar yang terukur dan bertahap. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, memastikan jajarannya tetap berada di lapangan hingga aktivitas sosial dan ekonomi warga benar-benar pulih sepenuhnya.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan Padang Pariaman.(*/Red)

Tidak ada komentar