x

Operasi Kilat! TNI AL Tumpas Penyelundupan 133 Reptil Langka

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 00:42 0 69 Redaksi

Jakarta, (Delik Asia) | TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan ketegasan dan profesionalismenya dalam menjaga jalur laut nasional. Melalui operasi gabungan Tim Pengamanan Pelni TNI AL bersama BKSDA Wilayah III Jakarta Utara, upaya penyelundupan 133 ekor reptil asal Papua berhasil digagalkan saat KM Dobonsolo bersandar di Pelabuhan Pelni, Selasa, 25 November.

Operasi berlangsung pada waktu rawan. Para pelaku diduga memanfaatkan situasi dini hari untuk menurunkan satwa dilindungi ini secara sembunyi-sembunyi. Reptil-reptil itu dikemas dalam tas, lalu disembunyikan di titik tertentu di atas kapal. Setibanya di Jakarta, tas-tas tersebut tidak langsung diturunkan. Pelaku menunggu kapal lengang setelah penumpang turun, sebelum tenaga kerja bongkar muat (TKBM) mencoba mengeluarkan barang terlarang itu.

Kewaspadaan anggota Tim Pam Pelni TNI AL dan BKSDA menghentikan langkah mereka. Seluruh tas berisi reptil diamankan sebelum keluar dari area pelabuhan.

Satwa-satwa itu kemudian dibawa ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Makodaeral) III untuk didata dan diperiksa. Penangkapan ini kembali menegaskan bahwa jalur laut menjadi ruas favorit jaringan penyelundupan satwa, sehingga pengawasan akan ditingkatkan.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba merusak kekayaan hayati bangsa melalui penyelundupan,” ujar Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M.

Serah terima resmi dilakukan oleh Asops Dankodaeral III, Kolonel Laut (P) Yovan Ardiyanto Yusuf, S.E., M.Tr.Opsla., CHRMP., mewakili Komandan Kodaeral III. Seluruh reptil diserahkan kepada BKSDA untuk dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur.

Laksamana Muda Uki menegaskan bahwa operasi ini menjadi bukti komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan perairan dan melindungi satwa dari perdagangan ilegal. “Kami selalu siap bertindak cepat. Laut adalah ruang hidup bangsa yang harus dijaga, termasuk dari kejahatan penyelundupan satwa,” katanya. “Keberhasilan ini adalah hasil sinergi dan kewaspadaan seluruh unsur di lapangan.”

Dengan keberhasilan penggagalan ini, TNI AL kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia, sejalan dengan kebijakan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.[*/Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x