x

Rahmatullah: Menjemput Aspirasi Rakyat, Menjaga Amanah dengan Hati

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Nov 2025 15:01 0 78 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik dan derasnya arus kepentingan yang kerap mewarnai ruang publik, sosok Rahmatullah tampil berbeda.

Wajahnya tenang, tutur katanya lembut, dan sikapnya selalu membuka ruang dialog dengan masyarakat. Bukan hanya dikenal, tetapi juga disegani — terutama karena konsistensinya menjaga kepercayaan publik.

Prinsipnya sederhana: menjadi wakil rakyat bukan sekadar menduduki kursi legislatif, melainkan menjemput suara rakyat hingga ke akar.
“Setiap aspirasi harus didengar, setiap keluhan harus diresapi,” ujarnya dalam satu kesempatan, Minggu (2/11).

Kalimat itu bukan sekadar retorika. Ia menjadikannya panduan kerja dan cermin kepribadian dalam menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Kota Cilegon Komisi III, yang membidangi infrastruktur dan pembangunan daerah.

Namun, di balik setiap rapat kerja dan agenda formal, Rahmatullah menempatkan pertemuan dengan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia kerap turun langsung ke pelosok desa—meninjau jalan lingkungan, mendengarkan aspirasi petani, hingga berdialog dengan para pelaku usaha kecil.
Bagi Rahmatulloh, kedekatan dengan rakyat bukan strategi politik, melainkan panggilan nurani.
“Saya percaya, keputusan terbaik lahir dari suara yang paling jujur — yaitu suara rakyat,” tuturnya mantap.

Dengan sikap itu, ia perlahan membangun daya simpatik yang kuat di mata warga.

Ketika banyak figur publik sibuk menjaga citra, Rahmatullah justru memilih jalan sederhana: hadir, mendengar, dan menindaklanjuti.

Ia memahami bahwa menjadi anggota dewan di era keterbukaan informasi menuntut kepekaan sosial yang tinggi.
“Informasi bukan hanya datang dari media, tapi juga dari masyarakat yang merasakan langsung dampaknya. Itu sebabnya saya harus menjaga amanah ini dengan hati-hati dan tulus,” katanya.

Rekam jejaknya pun menunjukkan konsistensi.

Setiap kali reses, ia tak sekadar mencatat aspirasi, tetapi memastikan tindak lanjut melalui koordinasi lintas sektor.

Di Komisi III, Rahmatullah dikenal vokal memperjuangkan pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pelosok Kota Cilegon. Ia ingin kemajuan tak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga di desa-desa yang selama ini luput dari perhatian.

Masyarakat di berbagai peloksok kota cilegon, menyebutnya sebagai wakil rakyat yang tidak berjarak. Sosok yang berhasil menghadirkan wajah politik yang humanis, di tengah citra wakil rakyat yang kerap tergerus oleh kepentingan elit.
Kini, langkah Rahmatullah terus berlanjut.

Dalam setiap kunjungan, senyum ramahnya selalu menyertai jabat tangan warga yang menyampaikan harapan. Ia percaya, perubahan besar tak selalu dimulai dari gedung megah, tapi dari hati yang mau mendengarkan dan bekerja bersama rakyat.
“Selama saya diberi amanah, saya akan terus menjaga kepercayaan ini,” ujarnya tegas.

Kalimat itu menjadi semacam janji — bukan diucapkan di podium, tetapi dibangun di tengah masyarakat dengan kerja nyata, ketulusan, dan konsistensi.

Rahmatullah, wakil rakyat yang percaya bahwa politik seharusnya menjadi jalan pengabdian, bukan perebutan kekuasaan.

Dari Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Jombang menuju kursi DPRD Kota Cilegon, ia terus meneguhkan langkah — pelan tapi pasti — dengan keyakinan bahwa suara rakyat adalah suara yang paling murni untuk dijaga.[Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x