x

Pesan Tegas Presiden Prabowo: Tidak Boleh Ada Mafia dalam Pemerintahan, Kunci Kemakmuran adalah Persatuan

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Okt 2025 13:17 0 68 Redaksi

Delik Asia, (Jakarta) | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan persatuan nasional sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaulat. Kepala Negara menyoroti perlunya menutup kebocoran kekayaan negara serta memberantas mafia yang selama ini menggerogoti sistem pemerintahan.

Dalam sambutannya pada acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10), Presiden Prabowo menggambarkan negara sebagai tubuh yang hidup, di mana kekayaan dan sumber daya alam berperan sebagai darah yang menjaga keberlangsungan bangsa.

“Kalau sumber daya kita bocor, darah kita hilang. Kalau hilangnya terus-menerus, bertahun-tahun, berdekade-dekade, sudah pasti—tidak usah orang pintar, tidak usah S3—kita akan gagal sebagai suatu bangsa,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pengelolaan sumber daya nasional harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa salah satu prioritas utama pemerintahannya adalah mengamankan kekayaan nasional agar tidak terus mengalir keluar negeri.

“Kalau sistemnya salah, kita harus berani memperbaiki. Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah, tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan. Tidak boleh ada orang pintar di dalam pemerintahan yang merasa bisa mengakali—mengakali pemimpin, mengakali rakyat,” ujar Presiden dengan tegas.

Presiden menambahkan, masih ada pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan sistem untuk mencuri uang negara. Karena itu, ia menyerukan agar seluruh aparat penegak hukum dan lembaga negara bekerja bersama untuk membongkar praktik tersebut hingga ke akar-akarnya.

Selain soal pemberantasan mafia, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai kunci kebangkitan Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menghalangi semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

“Sekarang Indonesia harus berani punya cara kita sendiri. Demokrasi iya, berbeda partai boleh, bersaing dalam pilkada dan pilpres silakan. Tapi setelah bersaing, ya bersatu. Kerja sama, bahu-membahu,” pesan Presiden Prabowo.

Pesan kuat tersebut menjadi penegasan arah kepemimpinan Prabowo Subianto: bersih dari mafia, kuat dalam persatuan, dan berdaulat dalam mengelola kekayaan bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.[Red]

Sumber: BPMI Setpres

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x