x

Ayatullah Khumaeni Letakkan Batu Pertama Pembangunan Balai Warga RT 06/RW 01 Kelurahan Citangkil

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Okt 2025 23:51 0 87 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) | Di tengah suasana hangat dan aroma kopi yang mengepul dari cangkir-cangkir plastik, warga RT 06/RW 01, Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon, memulai pagi Minggu (12 Oktober) itu dengan semangat yang berbeda. Di atas sebidang lahan kosong milik masyarakat, tangan-tangan warga bergotong royong memulai pembangunan Balai Warga—sebuah ruang bersama yang lahir dari niat, bukan anggaran.

Pagi itu, peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Anggota DPRD Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, bersama Ketua RT setempat, H. Heri Sulistiyo. Tak ada seremoni mewah, tak ada panggung megah. Hanya barisan ember berisi semen, tumpukan batako, dan warga yang datang membawa harapan.

“Ini adalah bukti bahwa kebersamaan masih hidup. Gotong royong bukan sekadar slogan, tapi kenyataan yang masih kita jaga,” kata Heri Sulistiyo, mengenakan kaus polo dan topi rimba, di sela kegiatan.

Balai warga ini akan menjadi tempat bagi beragam aktivitas: musyawarah lingkungan, kegiatan sosial, hingga pembinaan masyarakat. Tidak ada satu rupiah pun dana pemerintah yang mengalir ke proyek ini. Semua murni hasil iuran, donasi, dan kerja sama warga.

Ayatulloh Khumaeni, yang hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut, inisiatif semacam ini merupakan bentuk partisipasi warga yang sangat penting dalam pembangunan daerah.

“Warga Citangkil memberi contoh bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu. Pemerintah akan hadir, tapi gerakan seperti ini yang justru menghidupkan semangat kolektif,” ujarnya.

Sementara orang dewasa sibuk mencampur adukan semen, anak-anak duduk di pinggir lokasi, memperhatikan prosesi peletakan batu. Bagi mereka, hari itu mungkin hanya sekadar tontonan. Namun bagi para orang tua, hari itu adalah tonggak—awal dari ruang baru untuk kebersamaan yang lebih erat.

Balai warga yang sedang dibangun ini kelak diharapkan menjadi simpul baru interaksi sosial warga Citangkil. Tempat berkumpul, berbincang, menyelesaikan masalah, hingga merancang masa depan kampung.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong menjadi modal utama. Karena seperti kata orang tua-tua kampung, “kalau tidak dimulai dari kita, siapa lagi?”.[Fbi/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x