x

Tarif Mahal dan Pelayanan Buruk, RS Hermina Cilegon Disorot Publik

waktu baca 3 menit
Senin, 29 Sep 2025 09:51 0 274 Redaksi

Delik Asia, (Cilegon) |  Sejumlah warga kembali menyampaikan keluhan terhadap pelayanan di Rumah Sakit (RS) Hermina Cilegon. Kali ini, dugaan perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS Kesehatan menjadi sorotan. Pasien dengan kondisi darurat disebut tidak segera mendapatkan penanganan, sedangkan pasien umum dilaporkan menerima pelayanan yang lebih cepat dan ramah.

Salah satu keluhan disampaikan oleh Nurbaiti, warga Kota Cilegon. Ia menceritakan pengalamannya ketika membawa suaminya yang dalam kondisi tak sadarkan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hermina pada Senin (29/9/2025). Namun, ia mengaku diminta menunggu karena alasan kamar penuh.

“Suami saya dalam kondisi kritis, tapi kami disuruh menunggu. Seharusnya rumah sakit punya jiwa kemanusiaan, bukan hanya soal kamar atau biaya,” ujar Nurbaiti kepada media.

Nurbaiti menyebut, perlakuan tersebut diduga karena suaminya merupakan peserta BPJS. Ia membandingkan dengan pasien umum yang disebut mendapat sambutan dan penanganan yang lebih baik.

Keluhan Pelayanan dan Sikap Petugas

Keluhan serupa disampaikan oleh Ketua LSM GAPURA Banten, Husen Saidan. Ia menyoroti kurangnya empati dari tenaga medis saat menyambut pasien yang baru datang.

“Pasien yang datang hanya disambut oleh petugas keamanan. Tenaga medis tidak menunjukkan sikap ramah. Tidak ada senyum sama sekali,” kata Husen.

Husen juga menceritakan pengalamannya saat kakaknya dirawat di RS Hermina dalam kondisi tidak sadar. Ia menyebut pelayanan saat itu tidak menyenangkan dan melaporkan langsung ke Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah.

“Pak Wagub langsung turun tangan ke rumah sakit untuk melihat langsung kondisi pasien,” katanya.

Biaya Perawatan Membengkak

Selain soal pelayanan, keluarga pasien juga mempertanyakan kenaikan biaya perawatan yang dianggap tidak logis. Dalam salah satu kasus, pihak keluarga awalnya diinformasikan bahwa biaya perawatan sekitar Rp 3,5 juta. Namun pada hari berikutnya, jumlah tersebut melonjak menjadi Rp 8,6 juta.

“Kami tidak mendapat penjelasan rinci. Kenaikannya terlalu drastis,” ujar salah satu anggota keluarga pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pihak Rumah Sakit Belum Memberikan Tanggapan

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Humas RS Hermina Cilegon melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon. Pesan diketahui telah terbaca, namun hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi dari pihak rumah sakit.

Perlu Evaluasi Menyeluruh

Kondisi ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit swasta, khususnya yang bekerja sama dengan program JKN-KIS. Warga berharap pihak manajemen RS Hermina Cilegon segera memberikan klarifikasi, melakukan evaluasi internal, dan memperbaiki mutu pelayanan, tanpa membedakan status pembiayaan pasien.

Sebagai kota industri dengan populasi pekerja yang besar, Cilegon membutuhkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam pelayanan kesehatan, tutup Husen pada wartawan.[Irul/FBI]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x