
Petugas Marine Inspector menguji fungsi peralatan darurat di kapal penumpang roro dalam uji petik di Pelabuhan Ambon, Kamis (31/7/2025).
(Foto: Ditjen Perhubungan Laut/Kemenhub) Delik Asia, (Jakarta) | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang jenis roll-on/roll-off (roro) di Pelabuhan Ambon, Provinsi Maluku. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2025, sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan keselamatan pelayaran.

Uji petik dilakukan oleh tim Marine Inspector pusat dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, dipimpin oleh Koordinator Substansi Kelompok Keselamatan Kapal Barang dan Peti Kemas, Rudin. Tim ini bekerja sama dengan Marine Inspector Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon.
Pemeriksaan menyasar berbagai aspek teknis kapal, antara lain struktur kapal, sistem mesin dan kelistrikan, perlengkapan navigasi, serta peralatan keselamatan seperti sekoci, jaket pelampung, dan alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu, turut diperiksa dokumen kapal, sertifikat awak kapal, serta kesiapan peralatan darurat melalui pengujian fungsional.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap aspek keselamatan, teknis, dan kepatuhan operasional kapal, serta dilengkapi catatan rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti oleh operator,” ujar Kepala KSOP Kelas I Ambon, Capt. Mochmamad Abduh, di Ambon, Kamis (31/7/2025).

Beberapa kapal yang diuji petik dalam kegiatan ini di antaranya KMP. Terubuk pada lintasan Hunimua–Waipirit (operator PT ASDP Indonesia Ferry), KMP. Tatihu di rute Galala–Namlea (operator PD Panca Karya), dan Cantika Lestari 8A pada lintasan Slamet Riyadi–Namlea (operator PT Dharma Indah).
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah catatan teknis yang perlu diperbaiki oleh operator kapal dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jika rekomendasi tidak dipenuhi, keberangkatan kapal dapat ditunda oleh Syahbandar sesuai kewenangannya.
“Ini merupakan langkah preventif agar seluruh kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan pelayaran nasional dan internasional,” tambah Capt. Abduh.
Pelabuhan Ambon merupakan salah satu simpul transportasi penting di wilayah timur Indonesia. Selain melayani distribusi penumpang dan barang, pelabuhan ini juga mendukung aktivitas sektor perikanan, perdagangan, dan pariwisata di Provinsi Maluku.
Melalui kegiatan uji petik ini, Kementerian Perhubungan berharap dapat menumbuhkan budaya keselamatan pelayaran secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut di Indonesia timur.[Tgy/**]

Tidak ada komentar