x

Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto Tinjau Produksi Kendaraan Maung di PT Pindad

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Feb 2025 20:50 0 178 Redaksi

DelikAsia.com, (Bekasi) |  Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto, melakukan kunjungan ke fasilitas produksi kendaraan Maung yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini disambut oleh Direktur Produksi dan Direktur Komersial PT Pindad, serta jajaran manajemen perusahaan, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung pengembangan produk dalam negeri (PDN) yang berfokus pada sektor pertahanan.

Kendaraan Maung, hasil inovasi anak bangsa, dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional militer Indonesia. Kendaraan ini menjadi bagian penting dari strategi untuk meningkatkan kemandirian sektor pertahanan dengan menggunakan produk dalam negeri. Kepala Staf Kepresidenan memberikan apresiasi terhadap PT Pindad yang telah bekerja keras untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai produksi Maung yang sesuai dengan standar tinggi dan siap digunakan untuk mendukung operasional TNI.

Dalam kesempatan tersebut, AM Putranto menekankan pentingnya kerja cerdas dan inovasi yang telah dilakukan oleh PT Pindad dalam memastikan kendaraan Maung dapat diproduksi tepat waktu. Ia juga menyoroti kebutuhan akan ketersediaan sparepart yang terstandarisasi dan mudah diakses untuk memastikan operasional kendaraan ini berjalan lancar. Pihak PT Pindad diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan logistik yang diperlukan.

AM Putranto turut mengusulkan agar kendaraan Maung digunakan dalam momen-momen bersejarah, seperti pelantikan Presiden Prabowo dan kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia pada 2024. Penggunaan Maung dalam acara-acara besar tersebut, menurutnya, bisa menjadi simbol kebanggaan akan produk dalam negeri dan memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di mata dunia internasional.

Selain untuk memenuhi kebutuhan operasional militer, AM Putranto berharap kendaraan Maung dapat memanfaatkan potensi pasar domestik dan global. PT Pindad diharapkan dapat memperluas jangkauan produksi Maung, baik untuk kebutuhan komersial maupun internasional, tanpa mengorbankan kualitas produk Indonesia yang harus tetap bersaing di pasar global.

Kunjungan ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung industri pertahanan dalam negeri yang tidak hanya berfokus pada penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga mengembangkan teknologi dan produk-produk yang memiliki manfaat luas di sektor lainnya. Dengan kerjasama yang erat antara pemerintah dan industri, Indonesia diharapkan bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan alutsista serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional.

AM Putranto menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam produksi kendaraan Maung agar proyek ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi sektor militer maupun perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri strategis dalam negeri agar dapat tumbuh dan berkembang, serta berperan besar dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dan kendaraan taktis di masa depan.[Saf/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x