x

Skema KPBU, Kementerian PU Dorong Investasi Swasta dan Asing untuk Pembangunan Infrastruktur

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Feb 2025 23:29 0 337 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) |  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur nasional dengan memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini dipandang sebagai solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran APBN, sekaligus membuka peluang investasi dari sektor swasta dan internasional untuk mempercepat realisasi proyek infrastruktur berkualitas.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan meski anggaran terbatas. “Sesuai arahan Presiden, kami mendorong investasi melalui skema KPBU agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan optimal, dengan kolaborasi sektor swasta yang memungkinkan proyek strategis terwujud lebih cepat dan efisien,” ujar Dody.

Sebagai bagian dari strategi pendanaan kreatif, Kementerian PU telah menetapkan target pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU senilai Rp544,48 triliun untuk periode 2025–2029. Rencana ini mencakup 11 proyek sumber daya air, 23 proyek jalan tol dan jembatan, serta 11 proyek pemukiman. Dengan keterlibatan sektor swasta, diharapkan proyek-proyek ini dapat terealisasi secara optimal dalam hal pendanaan dan efisiensi pelaksanaan.

Melalui KPBU, pemerintah memberikan ruang bagi dunia usaha untuk berperan dalam pembangunan infrastruktur, dengan tetap mengutamakan manfaat bagi masyarakat. Dengan model pembiayaan fleksibel, pemerintah tetap berperan sebagai regulator dan pengawas, memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek.

Sektor-sektor prioritas untuk investasi dalam infrastruktur termasuk pembangunan bendungan, embung, jalan tol, dan jembatan. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung ketahanan air dan konektivitas nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Bendungan dan embung berperan dalam ketahanan pangan dan energi, sementara jalan tol mempercepat distribusi logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi,” tambah Menteri PU.

“KPBU bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga tentang mendorong inovasi dan menguatkan keterampilan tenaga kerja, baik soft-skill maupun hard-skill. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, kami optimistis pembangunan infrastruktur akan semakin berkualitas dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” tegasnya.

Dengan terbukanya peluang investasi dan upaya peningkatan pendanaan, diharapkan sektor infrastruktur di Indonesia semakin berkembang, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[Saf/**]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x