x

Pesisir Barat Lampung Diguncang Gempa M5,2, BMKG Konfirmasi Tanpa Potensi Tsunami

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Feb 2025 15:11 0 186 Redaksi

DelikAsia.com, (Jakarta) | Pada Sabtu, 8 Februari 2025, wilayah pesisir barat Lampung diguncang oleh gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,2. Gempa yang terjadi tepat pukul 12.00.33 WIB ini berpusat di laut, dengan koordinat 6,13° LS dan 103,18° BT, sekitar 134 kilometer barat daya dari pesisir barat Lampung. Gempa terjadi pada kedalaman 47 km.

BMKG: Jenis Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Subduksi

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., gempa ini merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas subduksi. BMKG menyebutkan mekanisme sumber gempa ini sebagai pergerakan naik dengan sedikit geser atau yang dikenal dengan istilah Oblique-thrust. Pergerakan ini menunjukkan adanya pergeseran antar lempeng tektonik di bawah permukaan bumi.

Dampak Gempabumi: Getaran Terasa di Liwa

Di wilayah Liwa, getaran gempa terasa cukup signifikan dengan skala intensitas II-III MMI. Warga merasakan getaran yang mirip dengan sensasi truk besar yang lewat di dalam rumah. Meskipun begitu, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang.

Gempabumi Susulan Terdeteksi

BMKG juga melaporkan adanya dua gempa susulan (aftershock) yang terdeteksi hingga pukul 13.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 3,1. Meskipun demikian, BMKG memastikan bahwa gempa susulan tersebut tidak menambah ancaman, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik.

Rekomendasi BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Pastikan bangunan tempat tinggal Anda aman dan tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan struktur sebelum kembali ke rumah.

Sumber Informasi Resmi

Untuk informasi lebih lanjut, BMKG meminta masyarakat hanya mengandalkan kanal komunikasi resmi yang terverifikasi, seperti Instagram/Twitter (@infoBMKG), website BMKG (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), kanal Telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau aplikasi mobile BMKG yang dapat diunduh di platform IOS dan Android (wrs-bmkg atau infobmkg).

[Bram/**]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x