
DelikAsia.com, (Jakarta) | Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (1/2). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau Kapal Induk Prancis, Charles De Gaulle (CDG), yang telah berlabuh di Indonesia sejak Selasa (28/1) dalam rangka Routine Visit untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya di bidang pertahanan.

Kapal Induk CDG, yang membawa 1.780 awak kapal, tiba di Indonesia untuk memperkuat kerja sama kedua negara dalam sektor pertahanan serta menandai penguatan hubungan persahabatan Indonesia dan Prancis. Selama kunjungannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan peninjauan terhadap sistem manajemen tempur (combat management system) yang ada di kapal tersebut, sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman dan kerja sama teknologi pertahanan.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melanjutkan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), di mana Indonesia sedang dalam proses pembelian 42 unit pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene dari Prancis.


Selama kegiatan, Menhan Sjafrie beserta rombongan menggunakan alutsista buatan Prancis, termasuk helikopter Caracal dan pesawat Falcon, yang turut memperkuat mobilitas selama kunjungan tersebut.
Ke depan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Prancis sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan antara kedua negara, termasuk penguatan kemampuan bahasa Prancis bagi personel TNI. Sebagai tindak lanjut, Prancis berencana mengirimkan tenaga ahli untuk mengajar bahasa Prancis, sementara Indonesia akan mendukung dari sisi infrastruktur. Pelatihan bahasa Prancis ini akan dipusatkan di Akademi Militer Magelang, dan akan melibatkan prajurit TNI dari tiga matra, khususnya mereka yang akan mengawaki alutsista buatan Prancis seperti pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene.
Selain Menhan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), yang turut menyaksikan kemajuan kerja sama pertahanan ini.
Dengan kunjungan ini, diharapkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Prancis semakin solid, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas pertahanan Indonesia ke depannya.[Safar/**]

Tidak ada komentar